Berjalan Alot, Sidang Mediasi Buruh Simoplas Gagal Capai Kesepakatan

METROSEMARANG.COM – Persoalan buruh PT. Simoplas yang dirumahkan sampai bertahun-tahun belum terselesaikan juga. Kehadiran Pemerintah melalui Disnaker Kota Semarang dalam persoalan ini belum juga membuahkan hasil dengan tercapainya titik sepakat.

Ratusan buruh PT Simoplas menuntut pembayaran upah. Foto: metrosemarang.com/fariz fardianto

Upahnya sejak tahun 2015 belum dibayarkan dan iuran BPJS Ketenagakerjaan yang tidak dibayarkan perusahaan menjadi persoalan pelik.

Dalam mediasi hari ini setelah buruh melakukan aksi long march dengan bertelanjang dada,  mediator Disnaker Kota Semarang yang mempertemukan pihak menejemen PT. Simoplas, perwakilan pekerja(SP KEP), BPJS Ketagakerjaan dan BPJS kesehatan juga kesulitan. Mediasi tersebut berjalan alot.

Pihak manajemen menawarkan akan mem-PHK 1200 pekerja yang dirumahkan selama ini mulai 1 Maret 2017, dengan kompensasi Rp 15 miliar dibagi rata. Namun tawaran itu ditolak mentah-mentah oleh pekerja.

“Pekerja meminta uang itu dipakai dulu untuk membayar hutang gaji yang selama ini tertunggak,” kata Ahmad Zainudin, Ketua PUK SP KE Simoplas Grup Semarang dalam rilis yang dikirimkan ke metrosemarang.com, Kamis (23/2) sore.

Mediasi pun akhirnya buntu tidak menghasilkan kesepakatan apapun. Dan Disnaker mengagendakan mediasi lagi pada Kamis, 9 Maret 2017.

Untuk aksi telanjang dada yang dilakukan pekerja, katq Zaenudin, dimaksudkan sebagai peringatan bahwa menajemen harus lebih serius menyelesaikan persoalan ini. “Jangan sampai seperti Lebaran kemarin, di mana pekerja tidak bisa merayakannya dikarenakan upah dan THR tidak dibayarkan,” katanya. (duh)

You might also like

Comments are closed.