Bernostalgia dengan Kaset Pita Hitam di Sudut Pasar Johar

Ahmad Maryono bersama kaset-kaset pita dagangannya. Foto Metrosemarang/Ilyas Aditya
Ahmad Maryono bersama kaset-kaset pita dagangannya. Foto Metrosemarang/Ilyas Aditya

SEMARANG – Kendati zaman sudah berganti, kaset pita masih menyajikan kenangan yang cukup mendalam. Bagi pecinta musik lawas, mereka tak peduli dengan teknologi pemutaran musik yang silih berganti dengan cepat.

Bahkan di era teknologi yang semakin menjadi, masih dapat ditemui para penjual yang masih setia mengedarkan media musik melalui kaset pita hitam tersebut. Salah satunya  Ahmad Maryono (40), warga Banyumanik, Semarang, yang sudah 30 tahun lebih setia berbisnis kaset pita.

“Saya hidup dari menjual kaset pita. Awalnya dulu masih kecil ikut kakak jualan, sekarang sanggup menghidupi keluarga saya,” tuturnya saat berbincang dengan metrosemarang.com Minggu (28/12).

Menurutnya, meski zaman telah berganti, tetap masih ada peminat benda berbentuk kotak tersebut. Bahkan, dewasa ini kaset pita berubah fungsi, selain untuk media mendengarkan musik, beberapa jenis kaset pita juga dikonsumsi untuk dikoleksi.

“Dulu awal keluarnya kepingan VCD, kaset pita sempat turun banget, jarang peminatnya. Tapi sekarang sudah lumayan berubah, justru kaset pita sering dicari. Mungkin karena tren saja,” imbuh bapak tiga orang anak tersebut.

Ahmad mengaku saat ini ia memiliki ada hampir 8.000 kaset pita yang ia edarkan. Dirinya juga masih tetap setia menempati lapak usangnya di kawasan kompleks Pasar Johar Semarang.

Sementara, Nugroho Wahyu Utomo, salah satu kolektor kaset pita mengaku kaset pita bukan hanya untuk mendengarkan musik, melainkan juga bisa untuk dikoleksi.

Dari kecil sudah ia merasa sangat gemar mengoleksi kaset pita lantaran nilai romantisme yang disuguhkan. Nugroho mengatakan jika kaset pita selalu terasa lebih hidup karena selalu mengiringi kehidupannuya sejak kecil.

“Saya sejak kecil sudah gemar mendengarkan lagu. Dan bagi saya mendengarkan lagu dari kaset pita selalu menghadirkan romantisme yang kuat,” tuturnya. (yas)

You might also like

Comments are closed.