Bernostalgia dengan Motor Tua nan Memesona

METROSEMARANG.COM – Belajar sejarah bisa dilakukan dengan berbagai cara, salah satunya dengan mengenal motor-motor antik yang pernah digunakan selama perang dunia pertama dan kedua. Motor-motor antik ini mempunyai keunikan dan membutuhkan perawatan khusus. Namun dengan komunitas motor antik yang ada memudahkan pecinta motor tua ini mendapatkan onderdil yang sudah tidak lagi dijual di pasaran.

Deretan motor antik dipamerkan di GOR Bahurekso Kendal Minggu (9/7). Foto: metrojateng.com

Deretan motor-motor antik dan tua produksi Eropa dan Amerika ini terpajang di GOR Bahurekso Kendal Minggu (9/7) siang meski berusia lebih dari 50 tahun namun motor-motor antik ini terlihat baru karena dirawat baik oleh yang punya. Motor antik yang dipamerkan di sini mulai dari jenis BMW keluaran tahun 1954, BSA tahun 1955 hingga motor antik yang jarang dilihat dijalanan.

Motor-motor antik ini juga masih bisa dikendarai, karena mesin selalu dirawat meski dengan perlakuan khusus. Tevi Hanafi misalnya, pemilik motor BSA ini mengaku setiap hari mengecek mesin motornya. “Perawatan khusus diberikan karena onderdil kendaraan tua ini sudah tidak lagi dijual dipasaran,” ujar pria yang memiliki dua BSA ini.

Tevi warga Kaliwungu ini mengaku kerap berburu onderdil motor antiknya, melalui media sosial dan komunitas motor antik yang ada. “Selain itu berbagi ilmu tentang mesin motor antik ini juga kerap dilakukan agar kendaraan yang menjadi kebanggaannya tetap bisa dikendarai untuk kesehariannya,” imbuh Tevi.

Banyaknya pecinta motor antik di Kendal, membuat penggagas motor antik ini membentuk wadah. Ketua Motor Antik Club Indonesia (MACI) Kendal, Muchlisin mengatakan wadah ini diharapkan bisa menjadi ajang sharing dan berbagi ilmu tentang motor antik di Kendal.

“Tidak hanya itu wadah ini sebagai upaya pelestarian motor-motor tua yang pernah berjaya pada eranya. Dengan memiliki motor-motor jaman perang dunia pertama dan kedua ini juga  akan memupuk nilai historis dan mengenal sejarah,” katanya.

jenis motor yang di pamerakan kebanyakan produksi Eropa dan Amerika seperti BMW, Norton, Triumph dan BSA. “Anggota  sendiri dibatasi kendaraan yang keluaran tahun 1960 kebawah,” pungkas Muchlisin. (metrojateng.com/MJ-01)

You might also like

Comments are closed.