Bersenjata Api, Begini Cara Kerja Perampok Toko Emas yang Dilumpuhkan Polda Jateng

Ilustrasi
Ilustrasi

METROSEMARANG.COM – Komplotan perampok yang dilumpuhkan aparat Direktorat Kriminal Umum Polda Jateng diketahui sangat terorganisir. Saat beraksi, komplotan yang berjumlah enam orang tersebut memersenjatai diri dengan senjata api dan pembagian tugas yang cukup rapi.

Komplotan ini beranggotakan Mudakir (37) warga Lampung, Fajar Wiyoto (34) warga Purworejo, Sujiyanto alias Koplak (31) warga Blora, Suratno (46) warga Kibang Budi Jaya Lampung, Warso Edi Santoso (38) warga Blora, dan Sudarso (46) warga Grobogan. Mereka menyatroni Toko Emas Adil Bintang dan Toko Emas Naga Putri di Pasar Desa Danasri, Kecamatan Nusawungu, Cilacap pada 25 November 2015 silam.

Aksi tersebut tergolong nekat, karena berlangsung pada saat hari pasaran, sekitar pukul 08.30. Mereka menggunakan tiga sepeda motor, sedangkan satu pelaku bernama Fajar bersiaga di dalam mobil yang berjarak sekitar 7 kilometer dari lokasi.

Setelah menguras Toko Emas Naga Putri, para perampok kemudian bergeser ke Toko Emas Adil Bintang, yang jaraknya berdekatan. Di toko ini, salah satu perampok sempat melepaskan tembakan yang mengenai karyawan bernama Suwardi dan menembus bagian pinggang.

Saat kabur, kawanan tersebut sempat berhenti di depan kantor BRI Unit Danasri. Tanpa masuk ke kantor bank, kawanan tersebut menembak Satpam BRI, Muslimin (32), dan seorang pegawai BRI bernama Riyanto (32). Setelah itu mereka kabur menuju mobil yang sudah menunggu di lokasi lain.

Komplotan itu berhasil diringkus di dua tempat berbeda dalam operasi yang dipimpin Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jateng, Kombes Pol Gagas Nugraha, Jumat (8/1). Petugas menggerebek rumah Warso Edi di Dukuh Klumpit Kabupaten Blora dan menangkap lima pelaku, termasuk Mudakir yang ditembak mati karena berusaha melawan.

Dari lokasi ini petugas mengamankan empat senpi rakitan jenis Revolver dan FN serta 45 butir peluru. Di lokasi lainnya yaitu di Desa Sumber Jatipohon Grobogan diamankan pelaku Sudarso beserta sepucuk senpi rakitan jenis revolver dan lima peluru.

“Senjata itu berdasarkan pengakuan tersangka diperoleh dari Kalimantan. Peluru juga diperoleh di Kalimantan,” kata Gagas saat gelar perkara di Mapolda Jateng, Rabu (13/1). (MS-02)

 

 

You might also like

Comments are closed.