Bersih-bersih BKT, 133 Bangunan Liar Dihancurkan Eskavator

METROSEMARANG.COM – Pembongkaran lapak Pedagang Kaki Lima (PKL) bantaran Sungai Banjir Kanal Timur (BKT) di Kelurahan Kaligawe Kecamatan Gayamsari kembali dilakukan. Pembongkaran dilakukan sendiri oleh para pedagang.

Sebuah alat berat membongkar bangunan semi permanen yang ada di bantaran BKT di Kelurahan Kaligawe, Rabu (21/3). Foto: metrosemarang.com/masrukhin abduh

Sebanyak 3 alat berat eskavator yang difasilitasi Dinas Perdagangan sejak Rabu (21/3) pagi hingga siang ini dikerahkan untuk merobohkan ratusan lapak dan hunian semi permanen. Sebelumnya pembongkaran telah dimulai seminggu lalu oleh petugas dinas.

Bantaran Sungai BKT terlihat mulai bersih dari lapak dan hunian semi permanen milik para PKL. Dari 2 ribuan bangunan terdampak normalisasi BKT tahap pertama hanya menyisakan sekira 600 bangunan yang belum dibongkar.

Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang Fajar Purwoto di sela kegiatan pembongkaran mengatakan, semua penghuni bangunan liar tersebut sudah rela pindah ke tempat relokasi yang disediakan, yaitu di antaranya di belakang Pasar Waru.

‘’Setelah pembongkaran yang dilakukan seminggu lalu, hari ini pedagang melanjutkan melakukan pembongkaran sendiri. Total hari ini ada 133 bangunan yang sudah diratakan,’’ terangnya.

Selanjutnya, Dinas Perdagangan akan fokus untuk melanjutkan sosialisasi pembongkaran kepada para pemilik bangunan liar bantaran Sungai BKT di Kelurahan Bugangan dan Mlatiharjo. Ditargetkan pada pertengahan April nanti semua bangunan tersebut sudah dibongkar.

Sementara itu, di samping ikut membongkar lapak dan hunian semi permanennya, para pedagang juga mengais barang-barang yang masih dapat digunakan. Mereka membawanya ke tempat relokasi untuk digunakan membangun lapak yang baru.

Sebelumnya, pada Selasa (13/3) pekan kemarin, sebanyak 31 kios Sungai BKT di Kelurahan Kaligawe dan Tambakrejo Kecamatan Gayamsari sudah lebih dulu dibongkar petugas Dinas Perdagangan Kota Semarang. (duh)

You might also like

Comments are closed.