Bertemu Gubernur Ganjar, Daffa Minta Kapal dan Bikin Pusing Ajudan

METROSEMARANG.COM – Keinginan koboi cilik Daffa Farros Oktaviarto bertemu Gubernur Jateng Ganjar Pranowo terkabul. Bersama neneknya, Daffa bertamu ke rumah dinas Gubernur Jateng Puri Gedeh, Jumat (22/4) sore.

Begitu datang, Daffa langsung berlarian ke setiap sudut Puri Gedeh. Ia melihat-lihat lukisan, poster, dan ornamen hias di bangunan heritage tersebut. Ia pun mengintip ruang tamu dimana Ganjar sedang menerima sejumlah ibu-ibu. Sebelumnya, ajudan gubernur meminta Daffa dan neneknya menunggu giliran karena gubernur sedang menerima tamu.

Daffa saat bertemu Ganjar Pranowo di Puri Gedeh, Jumat (22/4) sore dan meminta kapal koleksi sang gubernur. Foto: metrosemarang.com/anton sudibyo
Daffa saat bertemu Ganjar Pranowo di Puri Gedeh, Jumat (22/4) sore dan meminta kapal koleksi sang gubernur. Foto: metrosemarang.com/anton sudibyo

Tiba-tiba ia berteriak, “disuruh masuk!. Murti, sang nenek kaget lalu menengok ke sumber suara. Namun Daffa sudah tidak ada. Rupanya ia nyelonong masuk untuk bersalaman dengan Ganjar dan seluruh tamu yang ada di ruangan.

Murti yang tak menyangka Daffa berani masuk akhirnya tergopoh-gopoh mengejar. “Aduh, anak itu, nuwun sewu Pak Gub,” kata dia.

“Sudah, tidak apa-apa. Daffa, itu ibu-ibu disalami semua, terus duduk di situ ya, tunggu dulu,” kata Ganjar.

Ketika berbincang dengan Ganjar, Daffa sama sekali tidak menampakkan rasa takut. Dengan gayanya yang ceplas ceplos ia menceritakan aksinya mencegat pengendara motor yang melewati trotorat di Jalan Jenderal Sudirman. “Pernah ada yang ndorong sepeda saya pakai motornya, tapi saya balas tendang ban motornya. Dia mundur sendiri,” kata siswa kelas 4 SDN Kalibanteng Kidul 01 itu.

Ganjar memberikan satu paket buku “Ensiklopedia Albert Einstein” kepada Daffa. Ketika disuruh menebak foto dalam buku, Ganjar membuat gubernur dan belasan wartawan tertawa terpingkal-pingkal. “Ini mmm.. Paijo!,” katanya sembari tangannya menunjuk foto Einstein.

Ketika Ganjar bertanya cita-citanya, Daffa menjawab mau jadi pelaut. Setelah itu ia lari keluar ruangan menuju teras Puri Gedeh. “Pak Gubernur, kapalnya saya minta boleh?” katanya. “Boleh, mudah-mudahan besok jadi pelaut beneran,” kata Ganjar.

Daffa berada di Puri Gedeh sekitar satu setengah jam. Menjelang pulang ia membuat pusing ajudan dan staf Puri Gedeh lantaran tidak mau masuk mobil. Ia memilih berlari-lari keliling komplek rumah dinas dan menyalami setiap orang yang ditemui. (Anton Sudibyo)

You might also like

Comments are closed.