Besok BLH Semarang Launching Kantong Plastik Berbayar di Simpang Lima

Gunawan Saptogiri memerlihatkan kantong belanja ramah lingkungan yang akan dibagikan pada acara peringatan Hari Sampah Nasional, Minggu (21/2). Foto: metrosemarang.com/khoiruddin muhammad
Gunawan Saptogiri memerlihatkan kantong belanja ramah lingkungan yang akan dibagikan pada acara peringatan Hari Sampah Nasional, Minggu (21/2). Foto: metrosemarang.com/khoiruddin muhammad

METROSEMARANG.COM – Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kota Semarang akan melaunching ujicoba kantong plastik berbayar, bertepatan dengan peringatan Hari Sampah Nasional di car free day (CFD) Simpang Lima, Minggu (21/2).

Dalam kesempatan yang sama, BLH juga akan melakukan sosialisasi dampak buruk konsumsi plastik yang susah terurai setelah menjadi sampah dengan membagikan selebaran kertas. Sebanyak 600 kantong belanja ramah lingkungan juga siap dibagikan lingkungan kepada masyarakat.

Kepala BLH Kota Semarang Gunawan Saptogiri mengungkapkan, sudah saatnya masyarakat mengurangi konsumsi penggunaan plastik saat berbelanja. Saat kebijakan sudah dilakukan, masyarakat yang ingin berbelanja menggunakan plastik bakal dikenai biaya Rp 200.

“Besok Minggu peringatan Hari Sampah Nasional sekaligus launching kantong plastik berbayar,” kata Gunawan kepada metrosemarang.com, Sabtu (20/2).

Kebijakan tersebut berlaku bagi toko atau gerai di bawah naungan Asosiasi Pengusaha Retail Indonesia (Aprindo). Di Semarang, lanjut Gunawan, setidaknya ada 30 toko yang akan menjalankan kebijakan tersebut kepada masyarakat.

“Ini baru tahap awal, kita baru terapkan yang di bawah Aprindo dulu, tapi kita bikin sosialisasi pada masyarakat. Kita juga sudah sosialisasi ke kecamatan, ibu-ibu PKK dan warga lainnya,” sambungnya.

Gunawan mengingatkan, Indonesia saat ini merupakan negara peringkat kedua yang membuang sampah plastik hingga bermuara di laut setelah Cina. Jika tidak segera ditangani, dikawatirkan akan merusak biota di laut karena plastik dianggap sebagai makanan.

“Kalau tak segera dihentikan, tahun 2050 mendatang jumlah sampah akan lebih banyak dibanding populasi ikan,” tandasnya. (din)

You might also like

Comments are closed.