Besok Minggu Diresmikan, Pelabuhan Tanjung Kendal Masih Disubsidi Kemenhub

Pelabuhan Tanjung Kendal siap diresmikan, Minggu (21/2). Foto: metrojateng.com
Pelabuhan Tanjung Kendal siap diresmikan, Minggu (21/2). Foto: metrojateng.com

METROSEMARANG.COM – Setelah sempat molor, Pelabuhan Tanjung Kendal rencananya bakal diresmikan pada Minggu (21/2) lusa. Selama setahun ke depan, Pemkab Kendal masih akan mendapat subsidi operasional kapal dari Kementerian Perhubungan.

Kepala Dinas Perhubungan Kendal, Subarso memaparkan, peresmian akan dilakukan langsung oleh Menteri Perhubungan Ignasius Jonan bersama Gubernur Jateng Ganjar Pranowo dan Bupati Kendal Mirna Annisa. “Semua persiapan sudah matang dan sudah kami koordinasikan untuk penjemputan dan teknis peresemiannya nanti,” ujar Subarso, Jumat (19/2).

Subarso menambahkan, Pelabuhan Tanjung Kendal sendiri sudah mulai dioperasikan sejak Kamis (11/2). Untuk tahap awal, kata dia, operasional kapal mendapatkan subsidi dari kemenhub. Yakni dengan 84 trip atau perjalanan Kendal tujuan Kumai, Kalimantan Tengah. “Subsidi 84 trip itu untuk satu tahun, setelah satu tahun ini pemkab harus bisa mandiri,” jelasnya.

Dari kemenhub sendiri juga sudah menunjuk rekanan pemilik kapal yang dipoerasikan di Kendal. Yakni PT ASDP Ferry Indonesia. Dengan kapal yang sudah disediakan adalah Kapal KMP Kalibodri Semarang. Kapal ini  akan berangkat setiap Sabtu, sedangkan dari Kumai akan berangkat setiap hari Senin.

Kepala Bidang Angkutan Dishub Kendal, Wahyu Yusuf mengakui meski sudah dioperasikan namun masih banyak kekurangan kelengakapan pelabuhan. Seperti Kantor dan petugas Kesayahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) yang akan mengatur teknis pelabuhan dan keluar masuknya kapal.

Sementara, Bupati Mirna Annisa berharap dengan adanya pelabuhan, masyarkat bisa memanfaatkannya untuk mendongkrak perekonomian di Kabupaten Kendal. Yakni untuk menjual hasil produksi rumah tangga ke Kumai dan membangun ekonomi dari pelabuhan.

Pembangunan Pelabuhan Tanjung Kendal menelan biaya hingga Rp 645 miliar. Meliputi terminal penumpang dan niaga dengan luas lahan sekitar 63 hektare. Pelabuhan ini sedianya diresmikan pada 21 Agustus 2015 silam. Namun, rencana tersebut batal karena kesibukan Menteri Jonan yang tengah mengadakan kunjungan ke Makassar dan Papua.  (metrojateng.com/MJ-01)

You might also like

Comments are closed.