Besok, Nyadran Sendang TBRS dan Lapak Seni

image
Lapak Seni

SEMARANG – Guyub Warga TBRS menggelar Lapak Seni Raden Saleh pada Minggu (26/10) hingga Selasa (28/10) di Tembok Kulon Taman Budaya Raden Saleh Jl. Sriwijaya, Semarang. Selama tiga hari akan diselenggarakan nyadran sendang, pameran karya seni, pertunjukan teater dan musik, serta sarasehan Rebo Legen bersama Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)

Ketua Panitia Lapak Seni, Ibrahim Bra mengatakan, acara digelar untuk menyatukan seluruh entitas TBRS. Sebab selama ini, TBRS telah menjadi terminal manusia dari berbagai profesi. Dari seniman, mahasiswa, aparat Negara, hingga pekerja swasta. Ada yang datang dengan niat latihan teater, musik, dan tari, tapi banyak juga yang sekadar nongkrong, ngopi atau menghabiskan hari.

“Ironisnya mayoritas dari mereka tak saling menyapa. Lebih ironis lagi mereka juga tak mengenal lingkungan tempat nongkrongnya,” kata dia.

Kegiatan Lapak Seni Raden Saleh dimulai Minggu (26/10) dengan Resik-Resik Sendang yang terletak di pojok belakang Taman Budaya Raden Saleh (TBRS). Reresik yang dipimpin Seniman Teater Widyo Leksono Babahe itu dilakukan sebelum pelaksanaan nyadran. Menurut Babahe, selama ini keberadaan sendang tak banyak diketahui orang. “Ironisnya, seringkali pemilik warung di dalam TBRS bertengkar rebutan air, padahal tak jauh dari mereka terdapat air jernih melimpah ruah,” katanya.

Minggu malam, acara dilanjutkan dengan panggung musik dari dua komunitas musik Semarang. Yakni Komunitas Lumpia Musik dan Semarang Reggae Community.

Hari kedua, Senin (27/10) malam giliran komunitas sastra dan teater Semarang unjuk gigi. Di antaranya yang sudah memastikan tampil ialah Wayang Tenda Nandang Wuyung, Performance Art Teater Beta dan pembacaan puisi Wikha Setiawan.
 
Hari Ketiga, Selasa (28/10) pagi akan dilaksanakan upacara sumpah pemuda. Upacara dengan cara dan sumpah yang berbeda dengan yang selama ini ada. Dilanjutkan malamnya dengan Rebo Legen Gaul bertema “Gerdu Nglindur”. Rebo Legen kali ini akan berbeda, karena selain ada geguritan dan tembang-tembang dolanan Jawa juga diisi dengan sarasehan bersama salah satu staf Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Selama tiga hari gelaran itu juga diisi lapak-lapak seni dari belasan komunitas kesenian. Di antaranya, pameran karya seni siswa SMP 17 Semarang, SMA 2 Semarang, dan SMA Sedes Sapientae. Pameran karya patung dan topeng dari Komunitas Kandang Gunung, pameran lukisan Komunitas Raden Saleh, seni tato Komunitas Akar Asem, keramik Mbah Prapto, wayang Sobokartti, buku Babahe, instalasi art Bayu Tambeng, dan barang-barang antik.

Lapak Seni Raden Saleh ini digagas komunitas seni dari berbagai disiplin. Yakni Komunitas Anggernggon, Serawung Teater Semarang (Serat Semar), Forum Komunikasi Teater Semarang (Fotkas), Dewan Kesenian Semarang (Dekase), Aproduction, Cah Forum, dan Bandungan Water Park. Semuanya sepakat bergabung dalam Guyub Warga TBRS. (MS-03)

You might also like

Comments are closed.