Biar Lebih Greget, Tradisi Rewanda Diusulkan Digelar H+7 Lebaran

METROSEMARANG.COM – Warga Kelurahan Kandri Kecamatan Gunungpati yang berada di kawasan obyek wisata Waduk Jatibarang dan Gua Kreo selalu melestarikan tradisi Rewanda. Yakni tradisi memberikan makanan kepada para kera ekor panjang penghuni Gua Kreo. Makanan tersebut berupa hasil bumi seperti ubi-ubian, pisang, kacang, buah-buahan, dan lainnya.

Tradisi Rewanda di Kelurahan Kandri Gunungpati. Foto: metrosemarang.com/dok

Tradisi Rewanda biasanya digelar pada H+3 Lebaran atau sering dinamakan juga tradisi pesta kera. Warga sekitar mulai dari anak-anak hingga orang dewasa ramai-ramai memberikan makanan kepada kera. Makanan sebelumnya dikemas dalam bentuk gunungan yang diarak menyusuri rute jalan yang sudah ditentukan.

Namun, Lebaran tahun ini gelaran tradisi Rewanda itu diharapkan bisa diubah waktunya tidak lagi pada H+3. Tapi waktunya digeser menjadi misalnya pada H+7 Lebaran supaya masyarakat lebih maksimal untuk menyaksikannya.

”Kami ingin tradisi Rewanda waktunya digeser misal di H+7 Lebaran, sehingga diharapkan masyarakat dapat maksimal ikut menikmati dan menyaksikan tradisi yang secara rutin digelar di Gua Kreo,” kata Anggota DPRD Kota Semarang, Anang Budi Utomo, Rabu (31/5).

Anggota dewan yang berasal dari Kecamatan Gunungpati ini menjelaskan, pada H+3 Lebaran masyarakat masih banyak yang melakukan silaturrahim dan berkumpul bersama sanak saudaranya merayakan Hari Raya Idul Fitri. Sedangkan kalau H+7 masyarakat sudah selesai bersilaturrahim.

”Memang tradisi Rewanda yang digelar pada H+3 setiap tahun sudah melekat di masyarakat. Tapi kalau bisa digeser menjadi H+7 saya yakin akan lebih maksimal hasilnya,” pungkasnya. (duh)

You might also like

Comments are closed.