Biola Bambu Made in Kudus Ini Jadi Buruan Kolektor Asing

METROSEMARANG.COM – Puluhan biola tertata rapi di tengah ratusan booth Parade UMKM BRI yang digelar mulai hari ini, Jumat (5/5) hingga tiga hari kedepan. Berbeda dengan biasanya, biola ini terbuat dari bambu.

Foto: metrosemarang.com/efendi mangkubumi

“Awalnya kan saya denger alat musik dari bambu kayak seruling, angklung itu kan suaranya bagus, lalu saya mencoba untuk membuat biola dengan bambu dan hasilnya suaranya lebih nyaring,” ujar Bambang Hariyadi, pembuat biola dari bambu tersebut.

Dimulai sejak 4 tahun lalu, biola bambu ini mulai banyak yang meminati. Selain karena suaranya yang nyaring, tampilan biola bambu ini terlihat lebih klasik dan lebih artistik. Hal tersebut juga menarik perhatian dari para kolektor dari berbagai daerah di Indonesia.

Di kampungnya, Desa Japan, RT 4/RW3, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus, Bambang bersama kakaknya telah menekuni sebagai pengrajin biola sejak tahun 2013 lalu. Mereka telah memasarkannya ke berbagai daerah di Indonesia.

“Namun beberapa kali ada orang dari luar negeri dateng ke Kudus buat membeli biola hasil garapan kami,” tambah Bambang.

Untuk bahannya sendiri, mereka menggunakan bahan dasar Bambu Petung dan Bambu Wulung. Selain karena ukurannya yang besar dan mudah untuk diaplikasikan sebagai bentuk dasar biola, di daerah mereka kedua jenis bambu tersebut mudah didapat.

“Kualitasnya nggak kalah sama yang terbuat dari bahan kayu lainnya, bahkan yang dari bambu bisa lebih nyaring,” ujar Bambang.

Dalam sebulan mereka mampu menghasilkan sekitar 20 biola. Tak hanya mengerjakannya berdua, mereka juga telah merekrut beberapa pegawai yang membantunya dalam proses produksi.

Sementara untuk perawatannya sendiri, lanjut Bambang, tidak berbeda dengan biola berbahan kayu lainnya. Untuk menjaga keawetannya, hanya dengan menyimpannya di tempat yang tidak lembab.

Biola-biola hasil kerajinan mereka, dijualnya dengan harga kisaran Rp 1-5 juta, atau bisa lebih mahal tergantung bentuk permintaan konsumen. Kini usaha Bambang bersama kakaknya sudah beromzet lebih dari Rp 8 juta per bulan. Selain itu, di Indonesia, Bambang mengatakan baru mereka yang memproduksi biola berbahan dasar bambu.

Dengan nama Violin Handmade, usaha mereka juga melayani jasa reparasi biola. Selain itu mereka juga memproduksi biola berbahan dasar kayu Jati Belanda. (fen)

You might also like

Comments are closed.