Bisa Bayar PBB, Kepemilikan Warga atas Lahan Kebonharjo Dinilai Kuat

METROSEMARANG.COM – Dengan diterimanya pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) warga Kebonharjo, Kelurahan Tanjung Mas, Semarang Utara, oleh Kantor Kas Daerah Pemkot Semarang, dinilai menunjukkan bahwa warga merupakan pemilik lahan yang sah.

Warga Kebonharjo me menunjukkan bukti pembayaran PBB, Kamis (31/8). Foto: metrosemarang.com/masrukhin abduh

”Sementara PT KAI selama ini belum pernah membayar pajak. Kalau dia (PT KAI) tidak bisa bayar pajak, tentunya (klaim) kepemilikan (PT KAI) yang dianggap sah oleh PTUN itu, adalah keabsahan yang palsu,” kata Kuasa Hukum Warga Kebonharjo, Hermansyah Bakrie, Kamis (31/8).

Warga Kebonharjo yang bangunannya dibongkar paksa oleh PT Kereta Api Indonesia (KAI), tetap mau membayar kewajiban PBB di Kantor Kas Daerah Pemkot Semarang, Kamis (31/8). Dalam proses hukum di PTUN, warga kalah oleh PT KAI karena dianggap memiliki bukti sah.

Hermansyah Bakrie mengatakan, dengan warga Kebonharjo dapat membayar pajak PBB ini, menjadi bukti hak kepemilikan lahan yang sah adalah warga. Karena jika tidak memiliki hak kepemilikan yang secara sah, tentunya mereka juga tidak akan bisa untuk membayar pajak.

”Warga sejak tahun 2001 sampai sekarang ini masih tetap membayar pajak. Meskipun rumahnya sudah rata dengan tanah, dan sampai sekarang ini masih hidup di tenda-tenda,” katanya.

Pihaknya menegaskan, tetap akan mendampingi warga meskipun sudah kalah di pengadilan. Upaya hukum yang bisa ditempuh dinilai masih panjang. Dengan mengajukan banding, kasasi hingga peninjauan kembali.

”Karena warga memiliki bukti cukup kuat, di antaranya pelepasan aset PT KAI yang terdata di Kemenkeu (Kementerian Keuangan). Jadi sertifikat warga bukan palsu. Tapi sah, ada persetujuan dari Presiden pada waktu itu,” tegasnya. (duh)

You might also like

Comments are closed.