Bisnis Cacing di Gunungpati Hasilkan Keuntungan hingga Jutaan Rupiah

Seorang warga Dukuh Talunkacang, Gunungpati melihatkan hasil ternak  cacing tanah jenis Lumbricus Rebellus di pekarangan rumahnya. Cacing Tanah Merah ini dibanderol Rp 150 ribu per kilogram dan dimanfaatkan untuk obat kecantikan. Foto: metrosemarang.com/indra prabawa
Seorang warga Dukuh Talunkacang, Gunungpati melihatkan hasil ternak cacing tanah jenis Lumbricus Rebellus di pekarangan rumahnya. Cacing Tanah Merah ini dibanderol Rp 150 ribu per kilogram dan dimanfaatkan untuk obat kecantikan. Foto: metrosemarang.com/indra prabawa

SEMARANG – Cacing tanah selama ini dianggap sebagai hewan yang menjijikkan. Tapi, di tangan orang yang tepat, cacing tanah ternyata punya nilai ekonomis yang tinggi dan memberi beragam kegunaan bagi manusia.

Sekelompok warga di Dukuh Talunkacang Gunungpati melakukan budidaya cacing tanah Lumbricus Rubellus, spesies cacing tanah yang berhubungan dengan Lumbricus Terrestris. Biasanya cokelat kemerahan, sehingga disebut juga sebagai Cacing Tanah Merah.

Salah seorang warga setempat, Keman (23) menuturkan, proses berternak cacing tanah sangat mudah asalkan tahu caranya. “Pertama cukup menyiapkan media tempat tinggal dengan memberi pupuk kandang  yang sudah dibersihkan dan dicampur dengan tanah serta grajen kayu. Pastikan media lembab atau sejuk,” katanya kepada metrosemarang.com, Senin (25/5).

Selanjutnya, bibit cacing dimasukkan dengan diberi makanan ampas kelapa, hingga masa panen empat bulan setelah pembibitan. “Untuk pemanenannya, cukup dengan cara diayak agar terpisah dari tanah,” imbuh dia.

Dengan masa pemeliharaan selama empat bulan, warga bisa mendapatkan hasil yang lumayan. Harga cacing tanah merah ini berkisar Rp 150.000 per kilogram untuk disetor ke pengepul. Namun, tak jarang peternak juga memasarkan langsung ke pedagang burung atau pakan burung, dengan harga Rp 2.000 per kantong plastik.

Sekali panen, peternak bisa mendapat keuntungan hingga jutaan rupiah. “Kami juga pisahkan untuk cacing yang disetor ke pabrik untuk bahan baku obat, ramuan dan kosmetik,” pungkas Keman. (CR-01)

 

Comments are closed.