Bisnis Oleh-oleh Khas Semarangan Masih Menjanjikan

Pelatihan Wirausaha Berbasis Halal di Aula kantor MUI Jateng, Senin (19/10). Foto: metrosemarang.com/ade lukmono
Pelatihan Wirausaha Berbasis Halal di Aula kantor MUI Jateng, Senin (19/10). Foto: metrosemarang.com/ade lukmono

 

METROSEMARANG.COM – Oleh-oleh khas daerah masih sangat menjanjikan keuntungan di tengah-tengah bisnis modern. Menurut Pengusaha sistem waralaba, MLM & Ice Pack, Henry Gustaaf tidak perlu menciptakan usaha baru, melainkan cukup dengan meniru dan memodifikasi agar terlihat menarik.

“Inti dari sebuah bisnis adalah ide, bukan modal. Tidak perlu menciptakan sesuatu yang baru untuk memulai suatu bisnis besar, cukup kembangkan hal-hal yang ada di pasaran dengan konsep amati, tiru, modifikasi (ATM),” terangnya dalam Pelatihan Kewirausahaan Berbasis Halal di Kantor MUI Jateng, Senin (19/10).

Dalam paparannya, Henry Gustaaf juga memberikan tips-tips marketing. “Dengan kombinasi antara marketing dan bisnis oleh-oleh khas daerah sebenarnya sangat menjanjikan. Itu dibuktikan bahwa sampai sekarang belum ada bisnis oleh-oleh khas daerah yang bangkrut,” tambahnya.

Sementara, Sekretaris dan Auditor LP POM MUI Jateng, Ahmad Izzuddin mengatakan, untuk membuat produk yang terpenting adalah kemasannya. Dia menceritakan, di Solo ada seorang pembuat kopi yang mendapat penghargaan kopi terenak, tetapi harganya sangat murah.

“Tetapi setelah usaha kopi itu dilanjutkan oleh anaknya, kopi itu harganya naik 100 persen hanya karena anaknya mengubah kemasan kopi itu menjadi menarik,” paparnya. (ade)

 

 

You might also like

Comments are closed.