BKSDA Bongkar Perdagangan Satwa Dilindungi di Ambarawa

Dua ekor kancil yang berhasil disita BKSDA. Foto Metrosemarang/Ilyas Aditya
Dua ekor kancil yang berhasil disita BKSDA. Foto Metrosemarang/Ilyas Aditya

SEMARANG – Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa tengah, bekerja sama dengan Center for Orangutan Protection (COP) dan Jakarta Animal Aid Network(JAAN) berhasil membongkar praktik perdagangan satwa dilindungi melalui jual beli online.

Pelaku yakni seorang pemuda berinisial AG (25) warga Ambarawa, Kabupaten Semarang. Selama setahun terakhir, ia diketahui nekat memperjual belikan berbagai satwa yang dilindungi melalui jejaring sosial dan situs jual beli online.

“Kebanyakan pembelinya dari wilayah Jakarta, dikirim dengan dititipkan bus antar provinsi, ” tutur Pramudia, anggota JAAN, Selasa (16/12).

Pengungkapan tersebut diawali dengan ditemukannya iklan penjualan satwa langka yang dipasang pelaku di situs jual beli online oleh JAAN. Dengan cepat JAAN berkoordinasi dengan BKSDA Jateng langsung menangkap pelaku setelah sebelumnya menyamar sebagai seorang pembeli.

“Ada dua ekor kancil, dua ekor kukang Jawa dan satu ekor trenggiling,” imbuhnya.

Menurut Pramudia, hewan hewan tersebut dijual dengan harga yang relatif murah, misalnya  Kukang Jawa yang sudah langka dan berstatus sangat terancam hanya dijual di angka Rp 250-500 ribu.

Sementara, Kepala BKSDA Jawa Tengah, Suharman mengatakan, pihaknya sudah lama mendapat informasi tentang ulah nekat pelaku.

“Dilakukan penyidikan dahulu sebelum penangkapan, karena dia juga menjual hewan-hewan biasa. Pelaku kami limpahkan ke Krimsus Polda Jateng, ” kata dia.

Untuk satwa yang di amankan, pihaknya mengaku akan menitipkan satwa-satwa tersebut ke kebun binatang Mangkang Semarang untuk dirawat. (yas)

You might also like

Comments are closed.