Blokir Gubernuran, Ini Tuntutan Awak Truk se-Jateng

Ratusan awak truk se-Jateng memprotes kebijakan Gubernur Ganjar Pranowo terkait pemberlakuan jembatan timbang dan penertiban galian c, Senin (23/2). foto Metrosemarang/Ade Lukmono
Ratusan awak truk se-Jateng memprotes kebijakan Gubernur Ganjar Pranowo terkait pemberlakuan jembatan timbang dan penertiban galian c, Senin (23/2). foto Metrosemarang/Ade Lukmono

SEMARANG – Ratusan sopir truk yang tergabung dalam Asosiasi Pengemudi Independen (API) Jateng menggelar demo di depan Kantor Gubernuran, Senin (23/2). Mereka memarkir truk sembarangan di Jalan Pahlawan sehingga memblokir akses lalu lintas.

Demo tersebut berawal dari kebijakan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo yang mengaktifkan kembali jembatan timbang. Ganjar membuat sistem baru berbasis IT sehingga truk yang mengangkut muatan lebih dari 25 persen dari JBI (Jumlah Berat Diizinkan) tidak bisa lewat dan kena tilang.

Langkah ini diikuti penertiban penambangan liar baik pasir maupun galian c di sejumlah daerah. Sejumlah truk dan alat berat disita. Gubernur beralasan, penambangan liar merusak lingkungan dan hilir mudik truk yang kelebihan muatan menjadi penyebab kerusakan jalan.

Menurut Koordinator API Jateng Suroso, kebijakan ini sama saja lonceng kematian bagi pengemudi truk. Dalam demo yang diikuti lebih dari 300 truk tersebut, API mengajukan tiga tuntutan.

Yakni menuntut pemberlakuan toleransi JBI 75 persen, meminta Pemprov Jateng mempermudah izin galian C, dan mengembalikan seluruh armada serta alat berat yang disita. (byo)

You might also like

Comments are closed.