BLU Trans Semarang dan RSUD jadi Model Penganggaran Tahun Jamak

METROSEMARANG.COM – Penganggaran dengan tahun jamak untuk sebuah proyek kegiatan yang nilainya besar mulai akan diterapkan oleh Pemerintah Kota Semarang. Sebagai tahap uji coba akan diterapkan pada kegiatan di BLU Trans Semarang dan RSUD KRMT Wongsonegoro Kota Semarang.

RSUD Wongsonegoro jadi percontohan penganggaran tahun jamak. Foto: metrosemarang.com/dok

Pertimbangan diterapkannya tahun jamak untuk menjamin kegiatan berjalan lancar dan kualitasnya sesuai yang diinginkan. Selain itu, dapat mengcover kegiatan yang sebelumnya dianggaran murni dalam pembahasan tidak atau belum dimasukkan.

”Undang-Undang membolehkan tahun jamak. Tapi sesuai usulan Pemerintah Kota Semarang akan diberlakukan dulu di BLU Trans Semarang dan RSUD,” kata Ketua Komisi C DPRD Kota Semarang, Kadarlusman, Senin (4/9).

Penerapan di BLU Trans Semarang, lanjutnya, karena pengalaman adanya penunggakan pembayaran gaji pegawai selama beberapa bulan. Karena keberadaannya saat pembahasan anggaran murni, belum tercakup sebagai karyawan di BLU Trans Semarang.

”Kasihan mereka ada yang belum gajian 2, 3 bulan, karena (penganggaran) pakai sistem lama. Padahal punya tanggungan keluarga, makanya kami usulkan tahun jamak supaya selama 12 bulan dijamin tetap gajian,” terangnya.

Sedangkan penerapan tahun jamak dalam kegiatan di RSUD, karena kadang kegiatan pekerjaan ditarget harus selesai 2 tahun. Kalau dengan sistem lama maka tahun kedua harus dilakukan lelang lagi. Kualitas hasil pekerjannya tidak akan sama karena kontraktornya beda.

”Ke depan, dewan juga akan mendorong proyek-proyek besar lainnya supaya dilakukan dengan tahun jamak. Sekali anggaran, targetnya 1,5 tahun selesai ya sudang langsung dilelangkan. Dengan anggaran sekian, satu pemenang (lelang),” tandasnya. (duh)

You might also like

Comments are closed.