BNN Giat Razia, Rumah Damai Disesaki Pecandu Narkoba

Di pemondokan inilah para pecandu narkoba berjuang kembali ke kehidupan normal. Foto: metrosemarang.com/fariz fardianto
Di pemondokan inilah para pecandu narkoba berjuang kembali ke kehidupan normal. Foto: metrosemarang.com/fariz fardianto

 

METROSEMARANG.COM – Razia narkoba yang digiatkan oleh petugas Badan Narkotika Nasional mengakibatkan pondok-pondok rehabilitasi narkoba disesaki oleh pecandu obat-obatan terlarang. Seorang pengasuh pondok anti-narkoba Rumah Damai di Gunungpati Semarang, Maruli Siahaan mengatakan, kapasitas pondokannya kini sudah penuh.

“Tahun ini saja ada 38 pasien baru yang masuk. Tiap minggu ada dua orang masuk ke sini. Jumlahnya belum termasuk 65 pasien lama yang betah di sini,” ungkap Maruli, saat dikonfirmasi oleh metrosemarang.com, Sabtu (31/10).

Menurutnya, pondok Rumah Damai kini jadi jujukan bagi para orangtua yang punya anak ketergantungan obat-obatan terlarang. Maruli merujuk pada hasil penangkapan BNN di tiap daerah terutama Semarang, kini banyak pecandu yang mendaftar masuk ke Rumah Damai.

Lebih jauh, Maruli memaparkan penghuni Rumah Damai kebanyakan berusia produktif 15-40 tahun. Itu pun ia masih menampung pasien yang jauh di atas usia tersebut. “Kami menyebutnya sebagai siswa, biar mereka nyaman direhabilitasi,” ujar Maruli.

Rumah Damai yang dibangun oleh pihak swasta sejak 1998 silam itu memang punya metode unik untuk menyembuhkan para junkies dari ketergantungan narkoba. Pengelola pondok memakai metode pendekatan perasaan untuk menyembuhkan pasien satu dengan pasien lainnya. Berbeda dengan panti lainnya yang memakai detoksifikasi, escape (pengikatan pada tubuh pasien) hingga pengurangan dosis obat.

Dengan luasan lahan mencapai ribuan meter persegi, pondok anti-narkoba itu punya 65 kamar pasien, kolam renang, lapangan basket, tenis meja dan didukung udara sejuk khas Gunungpati. Jaraknya pun tak jauh dari pusat Kota Semarang. “Kami bangga banyak pecandu sembuh lalu keluar dari sini membuka bisnis kuliner dan berkeluarga,” akuinya.

Sayangnya, fasilitas memadai di Rumah Damai sejauh ini tak dilirik oleh pemerintah pusat untuk dijadikan mitra bagi program pemberantasan narkoba. Padahal, BNN telah mencanangkan rehabilitasi 100 juta pengguna narkoba. “Rumah Damai murni dibiayai swasta,” katanya. (far)

You might also like

Comments are closed.