BNN Jateng Bekuk Bandar Sabu Kopeng Jaringan Lapas

METROSEMARANG.COM – Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Tengah mengungkap peredaran sabu di wilayah Salatiga dan sekitarnya. Petugas mengamankan tersangka bernama Eko Riyanto alias John (30) bersama barang bukti 1,1 kilogram sabu di sebuah tempat kos di Dusun Sleker RT 005 RW RW 003, Kelurahan Kopeng, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang, Jumat (2/2) lalu.

Kepala BNN Jateng Brigjen Pol Tri Agus memberi keterangan terkait pengungkapan peredaran sabu-sabu di wilayah Kopeng Kabupaten Semarang. Foto: metrosemarang.com/efendi

“Lokasi penangkapan tersangka ini memang sangat sulit dideteksi oleh petugas karena bukan bangunan kos permanen dan itu merupakan satu-satunya kamar yang disewakan oleh pemilik kos,” kata Kepala BNNP Jateng, Brigjen Pol Tri Agus Heru Prasetyo saat gelar perkara di kantornya, Jalan Madukara, Semarang, Selasa (6/2).

Tri Agus juga mengatakan, tersangka sengaja mencari tempat yang keberadaannya sulit terdeteksi oleh petugas agar bisa melancarakan aktivitas ilegalnya. John tinggal di sebuah kamar yang menyatu dengan rumah induk pemiliknya dan berada di antara kebun bunga.

Saat dilakukan penangkapan, petugas mengamankan beberapa barang bukti berupa 1 kilogram sabu dalam kemasan teh Cina, 19 paket sabu dalam kemasan permen blaster, 9 paket sabu dalam kemasan permen polos, 3 paket sabu seberat 5 gram, 54 paket sabu seberat 1 gram, serta beberapa handphone dan satu unit seped motor.

“Barang bukti tersebut merupakan sisa dari total 4 kilogram sabu yang telah John simpan, sementara 2,9 kilogram lainnya telah diedarkan di wilayah Klero, Tingkir, Tengaran, Getasan, dan Bawen yang masuk dalam wilayah administratif Kabupaten Semarang, Salatiga dan Kabupaten Boyolali,” beber Tri Agus.

Sementara, dari keterangan tersangka ia telah menjalani profesi sebagai pengedar sabu tersebut sejak enam bulan terakhir. Ia juga mengaku dikendalikan oleh seorang penghuni Lapas Narkotika di Yogyakarta bernama Jiun.

“Cuman tahu namanya Jiun, untuk harga-harganya juga nggak tahu saya cuman ngambil barang dan ngantar sesuai alamat yang disuruh sama Jiun,” tukas Eko.

Kini Eko harus mempertanggungjawabkan perbuatannya. Ia dijerat dengan Pasal 114 Juncto Pasal 112 Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman maksimal hukuman mati. (fen)

You might also like

Comments are closed.