BNN Sita 13 Juta Pil PCC di Semarang dan Solo

METROSEMARANG.COM – Sebanyak 13 juta Pil PCC disita petugas Badan Narkotika Nasional (BNN) saat menggerebek rumah kontrakan di Jalan Halmahera Raya Nomor 27, Semarang Timur, Minggu (3/12) kemarin. Jutaan pil tersebut sudah siap edar dan rencananya akan dikirim ke Kalimantan. 

Komjen Budi Waseso memperlihatkan mesin produksi pil PCC didampingi Kapolda Jateng Irjen Condro Kirono. Foto: metrosemarang.com/efendi mangkubumi

Kepala BNN, Komjen Pol Budi Waseso mengatakan jutaan pil tersebut disita diri dua lokasi pabrik pil PCC yang berada di Semarang dan Solo. “Semarang sama Solo itu pemiliknya satu, satu jaringan,” ujar Buwas, sapaan Budi Waseso saat gelar perkara di lokasi penggerebekan, Jalan Halmahera Nomor 27, Semarang Timur, Senin (4/12).

Selain menyita jutaan pil siap edar, pihaknya juga menyita beberapa barang bukti lainnya. Di antaranya mesin pengayak, mesin pengaduk, mesin pencetak pil, mesin press serta bahan baku siap cetak 156 kilogram yang bisa menghasilkan 5 juta butir pil.

Tak hanya itu, sebanyak 20 sak Carisoprodol, tepung lima karung dan 17 drum, serta tiga buah mobil yang digunakan sebagai operasional para tersangka turut diamankan oleh petugas.

Buwas juga menjelaskan, rumah kontrakan yang digunakan sebagai pabrik pembuatan pil setan itu sudah didesain sedemikian rupa. Hal tersebut dilakukan untuk mengelabuhi warga sekitar agar tak terlihat ada aktivitas ilegal di dalamnya.

“Jadi rumah yang dibuat untuk memproduksi pil PCC sudah kedap suara, sehingga suara mesin produksi tidak terdengar dari luar rumah,” imbuh Buwas.

Sementara, dua orang tersangka yang merupakan pengendali yakni Djoni dan Ronggo kini juga sudah diamankan oleh petugas. Termasuk sembilan orang pegawai.

Kini mereka dijerat dengan pasal 197 juncto pasal 106 ayat (1) Undang-undang nomor 36 tahun 2009 tentang kesehatan. “Untuk para pegawai kita lakukan pemeriksaan dulu apakah mereka mengetahui aktivitas ini sebenarnya apa tidak. Kalau memang terbukti mengetahui ya mereka tetap kena,” pungkas Buwas. 

Diketahui sebelumnya, BNN melakukan penggerebekan secara bersamaan di tiga lokasi. Ketiganya yakni Semarang, Solo dan Tasikmalaya. Untuk pabrik hanya terletak di Semarang dan Solo, sedangkan Tasikmalaya merupakan rumah tersangka Ronggo. (fen)

You might also like

Comments are closed.