Bondan Prakoso: Bermusik secara Otodidak

 

wpid-img-20141018-00068.jpg

SIAPA tak kenal penyanyi sekaligus penulis lagu, Bondan Prakoso. Artis yang dulunya dikenal pelantun lagu Si Lumba-lumba kini tumbuh menjadi musisi handal yang mempunyai banyak penggemar. Di sela-sela konsernya di Semarang, dia menyapa respector (sebutan untuk fans-nya). “Piye kabare Semarang? Serasa pulang kampung nih,” kata pembetot basis tersebut.

Sebelumnya, Bondan menceritakan, musik sudah mendarah daging dalam dirinya. Ayahanda Bondan Prakoso memang sudah menekuni dunia musik dan menciptakan beberapa lagu. Kemudian Bondan didirong untuk bermusik sewaktu kecilnya. Akhirnya dia menjadi penyanyi cilik kala itu.

Pria kelahiran Semarang, 8 Mei 1984 lalu ini lantas tidak mengakhiri karir bermusiknya ketika beranjak dewasa. Dia kemudian bergabung dalam band Funky Kopral. “Awalnya saya memainkan alat musik secara otodidak. Berbagai alat musik seperti piano, drum pernah saya coba. Bahkan dulu saya pernah mencoba menjadi vokalis sekaligus gitaris karena posisi tersebut terlihat sangat keren,” ungkapnya.

Namun akhirnya dia memilih bass sebagai alat musik yang dimainkan ketika bermusik. Ketika berada di Funky Kopral, dia memandang musik dari format grup yang harus berbagi dengan personel yang lain. Namun ketika keluar dari Funky Kopral dan kemudian membentuk Bondan and Fade to Black, aliran bermusik Bondan lebih variatif.

“Saya bisa mengkolaborasikan berbagai jenis musik seperti kroncong, rock dan sebagainya dalam satu lagu,” terang dia. (ade)

You might also like

Comments are closed.