Bonsai Didorong Jadi Tanaman Alternatif Petani Semarang

image
Ilustrasi. Foto Metrosemarang/ilmutanamanku.blogspot

SEMARANG – Pemerintah Kota Semarang berupaya memperkenalkan bonsai sebagai tanaman alternatif petani setempat. Hal itu sebagai solusi kondisi lahan pertanian di perkotaan yang semakin sempit. Nantinya juga dibuat kurikulum budidaya bonsai untuk petani.
 
Kepala Dinas Pertanian Kota Semarang, Rusdiana mengatakan, dorongan membudidayakan tanaman bonsai bagi petani tersebut dilakukan dengan melibatkan Perkumpulan Pengemar Bonsai Indonesia (PPBI) yang telah dibentuk. Sebelumnya pecinta bonsai tak terorganisasi dan baru tahun ini dibentuk.
 
‘’Nilai ekonomis tanaman bonsai tinggi, sehingga cocok bagi petani perkotaan seperti di Kota Semarang,’’ kata Rusdiana, Kamis (30/10/2014)
 
Konsep mendorong petani kota membudidayakan bonsai yang hendak dilakukan, dengan memfasilitasi pendampingan organisasi penggemar bonsai untuk melatih petani di Kota Semarang. Harapannya dapat mengubah pemahaman selama ini, bahwa pohon bonsai hanya identik dengan hobi kelompok menengah ke atas.
 
Potensi pemeliharaan bonsai di Kota Semarang, kata Rusdiana, sangat banyak. Di antaranya dukungan kondisi alam yang masih punya aneka jenis bibit tanaman bonsai. Seperti di kawasan Kecamatan Gunungpati, Mijen dan Mangkang. Kawasan hutan milik negara di wilayah kecamatan itu, selama ini banyak menyimpan ekosistem tanaman yang bisa dibonsai.
 
Sedangkan kesempatan penjualan bonsai di Kota Semarang juga lebih mudah. Karena dukungan sektor pariwisata dan pertamanan di kota yang terus ada revitalisasi dan pembangunan taman baru. ‘’Bila berkembang banyak, bonsai bisa dipamerkan di kawasan taman kota dan destinasi wisata,’’ tegasnya.
 
Upaya menjadikan bonsai sebagai tanaman alternatif, juga dilakukannya dengan Ekspo Hortikultura 2014. Acara pada tanggal 3 – 15 November itu akan dilaksanakan di Taman Menteri Supeno, dengan tema ‘Go Green Bonsai Kota Semarang 2014’. (MS-13)

You might also like

Comments are closed.