Booming e-commerce Tak Dibarengi Kesadaran Kak Konsumen

SEMARANG – Melesatnya laju transaksi perdagangan digital (e-commerce) sejak lima tahun terakhir, membuat para konsumen terlena. Kepala Disperindag Jawa Tengah, Muhammad Arif Sambodo, menyatakan laju e-commerce sangat cepat belakangan ini didorong pesatnya perekonomian global, sehingga mempengaruhi kecepatan bisnis e-commerce di Indonesia.

ilustrasi

“Walaupun transaksi e-commerce mampu memotong rantai distribusi konvensional karena tinggal berinteraksi dengan konsumen lewat perangkat gawai, namun jika masyarakat terlena terhadap layanan digital ini, maka akan kehilangan haknya sebagai konsumen,” ungkap Arif, ketika menggelar diskusi bebas Prime Topik Sindo Trijaya, di kantornya Jalan Pahlawan, Semarang, Senin (23/4).

Ia mengatakan para pengguna layanan e-commerce kebanyakan didominasi anak muda dan ibu rumah tangga. Tetapi ia menyayangkan rendahnya pengetahuan mereka terhadap hak-haknya sebagai seorang konsumen layanan digital. Jika mereka tidak mengantisipasi, kata Arif maka akan kesulitan mengadukan komplain kepada pihak BPSK di tiap kabupaten/kota.

“Makanya kami mendorong adanya perubahan UU konsumen untuk menyikapi maraknya pedagang online. Mereka harus kami sentuh untuk siap menghadapi suasana digitalisasi serta memahami perannya sebagai konsumen yang cerdas,” tandasnya. (far)

You might also like

Comments are closed.