Pengemis Ini Nyaru Jadi Pejalan Kaki untuk Kelabui Satpol PP

Belasan pengemis yang terkena razia, saat diangkut ke dalam truk petugas (foto: Metro Semarang/Ilyas Aditya)
Belasan pengemis yang terkena razia, saat diangkut ke dalam truk petugas (foto: Metro Semarang/Ilyas Aditya)

SEMARANG – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Semarang kembali menggelar razia rutin untuk menjaring pengemis dan pengamen jalanan yang ada di sejumlah ruas jalan di Kota Semarang. Dalam razia yang dilakukan pada Selasa (21/10) siang, sekitar pukul 11.00 WIB, sedikitnya 14 pengemis dan pengamen  berhasil ditangkap.

Saat razia dilakukan di sekitar wilayah Simpang Lima Semarang, terlihat beberapa pengemis langsung berlarian mengetahui kedatangan petugas. Bahkan, seorang pengemis wanita bernama Mariati, nekat menyelinap di tengah kerumunan pejalan kaki seolah-olah bisa mengelabuhi petugas.

Mariati mengaku nekat kabur karena sudah sering terkena razia oleh petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) di beberapa tempat. “Sudah tiga kali saya ditangkap,” tuturnya, saat akan dinaikan kedalam truk petugas.

Sementara itu, Kepala Bidang Operasi Tribun dan Tranmas Satpol PP Semarang, Kusnandar, mengatakan, petugasnya kali ini memang memfokuskan menjaring pengemis dan pengamen jalanan yang ada di sejumlah ruas jalan raya. “Keberadaan mereka, dinilai sangat mengganggu arus lalu lintas,” ujarnya di sela-sela razia.

Selain pengemis dan pengamen, petugas juga sempat merazia pengamen Jathilan yang sering mangkal di traffic light bundaran Kalibanteng Semarang. Mereka yang terazia akan diserahkan kepada pengelola sebuah panti sosial di Semarang agar mendapat pembinaan. “Untuk jumlah pengamen Jathilan kini mulai berkurang. Dari 5 titik yang terpantau saat ini hanya tinggal 3 titik saja,” imbuh Kusnandar.

Menurut Kusnandar, sedangkan untuk para pengemis  yang berasal dari luar daerah  akan langsung dibina lalu dikembalikan ke daerah asalnya melalui kerjasama antar pejabat Dinas Sosial di masing-masing kabupaten. “Umur pengemis tua yang kami razia rata-rata usianya sudah 60 tahun ke atas. Jadi mereka akan dikembalikan ke kampung halamannya agar tidak balik lagi ke Semarang,” tandasnya. (Yas)

You might also like

Comments are closed.