BPBD Ingatkan Ancaman Cuaca Ekstrem di Pertengahan Januari

Simulasi Penanggulangan Bencana di Kelurahan Tinjomoyo, beberapa waktu lalu. Foto: metrosemarang.com/dok
Simulasi Penanggulangan Bencana di Kelurahan Tinjomoyo, beberapa waktu lalu. Foto: metrosemarang.com/dok

METROSEMARANG.COM – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Tengah memperingatkan kepada warganya di 35 kabupaten/kota agar mewaspadai potensi bencana yang mengerikan mulai pertengahan Januari 2016. Pasalnya, hembusan udara yang kian panas bisa menimbulkan cuaca yang lebih ekstrem di provinsi tersebut.

“Cuaca ekstrem kemungkinan muncul mulai pertengahan Januari sampai beberapa bulan ke depan karena saya merasakan udara yang begitu panas hampir merata di daerah-daerah Jawa Tengah,” kata Sarwa Pramana, Kepala BPBD Jawa Tengah, usai menghadiri apel kesiapsiagaan bencana daerah di Lapangan Pancasila Simpang Lima Semarang, Selasa (5/1).

Ia lantas menyampaikan untuk mengantipasi potensi bencana besar seperti longsor dan banjir, ia kini mulai mengoptimalkan fungsi peralatan early warning systems (EWS) di daerah rawan bencana. Ia menyebut daerah-daerah yang patut mendapat perhatian lebih di antaranya di Kabupaten Pati, Batang, Kudus, Wonosobo dan Banjarnegara.

“Di titik longsor wilayah Pati, Batang, Wonosobo hingga Banjarnegara sudah kita aktifkan alat EWS. Dan sinyal EWS ini langsung berbunyi saat terdapat rekahan tanah di Wonosobo Minggu malam kemarin,” terang Sarwa.

Kendati demikian, Sarwa mengaku masih kekurangan persediaan alat EWS untuk mencegah bencana alam yang kerap terjadi di wilayahnya. Apalagi, ia menguraikan bahwa untuk potensi bencana banjir saat ini terdeteksi merata di semua kabupaten/kota. “Makanya kita masih kekurangan alat tersebut,” sambungnya.

Karena itulah, pihaknya bakal memakai dana kesiapsiagaan bencana yang digelontorkan oleh Provinsi Jawa Jawa Tengah senilai Rp 30 miliar untuk menanggulangi bencana alam selama tahun ini. Penggunaan anggaran ini akan ditopang oleh kesiapan ribuan personelnya di tiap daerah. (far)

You might also like

Comments are closed.