BPK2L Belum Keluarkan Rekomendasi Pembelian Oudetrap

Pembelian gedung Ouetrap kini menuai masalah. Foto Metrosemarang/Ade Lukmono
Pembelian gedung Ouetrap kini menuai masalah. Foto Metrosemarang/Ade Lukmono

SEMARANG – Pemerintah Kota Semarang menyatakan, Pembelian Gedung Oudetrap sudah melalui prosedur yang tepat, yakni salah satunya mendapatkan rekomendasi dari Badan Pengelolaan Kawasan Kota Lama (BPK2L).

Namun ketika dikonfirmasi, Ketua BPK2L Agung Priyo Oetomo mengaku belum mengeluarkan rekomendasi resmi atas nama BPK2KL terkait pembelian Oudetrap. “Bisa saja rekomendasi tersebut baru berupa obrolan dengan anggota BPK2L lain. Atau bahkan kepada pemilik Oudetrap yang juga merupakan anggota BPK2L,” kata dia.

Dia menjelaskan, pembelian gedung tua tidak bisa disamakan dengan pembelian gedung baru. Semestinya melalui beberapa tahap, seperti perencanaan, survei, pendataan penilaian aset, kemudia baru muncul proposal pembelian.

Sebelumnya, bangunan yang juga dikenal dengan Gedung Gambir itu pernah dilelang, yakni pada Mei 2004 lalu. Harganya pada waktu itu hanya sekitar Rp 2,4 miliar. Namun, saat ini, Pemkot menebusnya dengan harga hampir empat kali lipat. Untuk harga tanahnya sendiri, secara keseluruhan adalah Rp 7.056.400.000. Sedangkan harga bangunannya adalah Rp 1.647.100.000

Asisten 1 Setda Kota Semarang, Eko Cahyono mengaku tidak tahu riwayat pelelangan gedung yang memiliki luas tanah 1.196 meter tersebut. “Kami membayarnya berdasarkan penghitungan tim appraisal yang bertugas,” kata dia.

Saat ini, akuisisi Gedung Oudetrap tersebut mulai ditangani polisi. Dit Reskrimsus Polda Jateng mencium adanya kejanggalan dalam kasus ini. Sejumlah pihak juga sudah dimintai keterangan sebagai tahap penyelidikan awal. (ade)

You might also like

Comments are closed.