BPOM Semarang Amankan 12 Pengedar Makanan Berbahaya

Petugas Badan POM Semarang memeriksa makanan takjil di Jalan Pahlawan, Selasa (23/6). Foto: metrosemarang.com/fariz fardianto
Petugas Badan POM Semarang memeriksa makanan takjil di Jalan Pahlawan, Selasa (23/6). Foto: metrosemarang.com/fariz fardianto

SEMARANG – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Kota Semarang menyebutkan, ada 12 pengedar makanan berbahaya yang sukses diamankan dalam operasi gabungan bersama Dinas Kesehatan (Dinkes), Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) serta Polri. Mereka dibekuk dalam razia makanan yang digelar pada semester I 2015.

Kepala BPOM Semarang, Agus Prabowo, mengatakan, keduabelas tersangka ini kedapatan menjual makanan berbahan baku berbahaya golongan mie basah serta obat-obatan di sejumlah daerah wilayah Jawa Tengah.

“Khususnya di Magelang, menjadi titik rawan makanan berbahaya. Karena di sana sempat ditemukan mie mengandung formalin,” terang dia, Rabu (24/6).

Para tersangka, kata dia, akan disidang di pengadilan secepatnya. Mereka, terancam dijerat UU Nomor 18 Tahun 2012 tentang peredaran pangan dan UU Nomor 36 Tahun 2009 tentang peredaran obat dan kosmetik.

Lebih jauh, ia meminta masyarakat Semarang mewaspadai makanan takjil dan selektif berbelanja saat bulan puasa. “Kita juga awasi sarana produksi skala besar sementara UMKM kecil diawasi oleh Dinas Kesehatan,” urainya.

Berdasarkan hasil uji laboratorium tahunan, ia mengklaim jumlah temuan makanan berbahaya kini semakin menurun. Bahkan, dalam hasil uji laboratorium selama semester I 2015, masih 0 persen. Kendati demikian, total nilai tangkapan peredaran makanan berbahaya masih besar di tahun lalu. Di Jateng, nilainya Rp 5,5 miliar. Sedangkan untuk tahun ini nilainya masih Rp 1 miliar. (far)

You might also like

Comments are closed.