BPOM Terjunkan Tim Cegah Sarden Mengandung Cacing Masuk Jateng

METROSEMARANG.COM – Tim Badan Pengawas Obat dan Makanan sedang menggelar inspeksi mendadak di sejumlah kabupaten dan kota di Jawa Tengah, untuk menangkal masuknya sarden mengandung cacing gilig.

Petugas gabungan BKPIM bersama BPOM saat berkoordinasi untuk meningkatkan mutu makanan olahan ikan di Jateng. Foto: metrosemarang.com/fariz fardianto

Sarden yang mengandung cacing gilig itu pertama kali ditemukan di Riau berdasarkan aduan dari masyarakat setempat. Ada tiga merek yang terindikasi mengandung cacing, yakni IO, Farmer Jack dan HOKI.

“Kita sedang menurunkan tim pemantau khusus untuk mengecek peredaran sarden yang dimaksud, apakah sudah masuk di Jawa Tengah atau belum. Karena kandungan cacing dalam makanan kaleng seperti sarden tentu sangat rentan membahayakan kesehatan para konsumen,” ungkap Novi Ekorini, Kepala Seksi Layanan Konsumen BPOM Kota Semarang, usai menggelar pertemuan dengan Balai Karantina Ikan dan Pengembangan Mutu (BKIPM), di Jalan Wologito Manyaran, Kamis (22/3).

Ia mengancam kepada para produsen memperjualbelikan sarden yang mengandung cacing gilig bakal ditindak tegas.

BPOM, kata Novi nantinya bakal membekukan izin operasional pabrik yang melanggar aturan tersebut.

“Kami akan melakukan penarikan produk-produk makanan kaleng yang mengandung cacing. Penindakan akan dilakukan bersama BKPIM. Jika terbukti, kami membekukan izin importir sekaligus menindak produsen makanan olahan kaleng,” bebernya.

Sementara itu, Kepala BKIPM Jawa Tengah, Gatot R Perdana, mengatakan telah lmeningkatkan pengawasan di semua pintu masuk pelabuhan maupun jalur darat guna mengantisipasi masuknya produk sarden mengandung cacing gilig tersebut.

“Di samping itu, kami juga memperketat pengawasan pada produk yang akan diekspor ke luar negeri. Kami memperketat proses uji laboratorium. Apabila ditemukan, maka dilakukan langkah prefentif,” tuturnya.

Pihaknya telah mendapat informasi adanya tiga merek sarden berisi cacing gilig. Di Jawa Tengah sendiri, pihaknya hanya mendapat sebuah pabrik pengalengan ikan yang beroperasi di Kota Pekalongan. “Proses distribusi produk di pabrik itu pasti kami awasi dengan ketat untuk menghindari terulangnya kasus tersebut,” ujarnya.

Ia pun mengimbau kepada konsumen supaya segera melaporkan kepada pihaknya bila ditemukan tiga merek sarden itu. “Biar bisa ditindaklanjuti dengan menarik peredarannya oleh BPOM,” terangnya. (far)

You might also like

Comments are closed.