Brigadir Ariyanto, Polisi yang Tewas saat Patroli Disebut sebagai Anggota Terbaik

METROSEMARANG.COM – Brigadir Ariyanto, polisi yang tewas saat patroli subuh di Jalan Walisongo disebut sebagai salah satu anggota terbaik di Polsek Tugu. Pria 32 tahun itu meninggalkan istri dan satu orang anak.

Prosesi pemakaman Brigadir Ariyanto, Jumat (2/3) siang. Foto: metrosemarang.com/efendi

“Ya semoga beliau ditempatkan di tempat yang terbaik. Beliau juga merupakan salah satu anggota yang terbaik kami,” ujar Kapolsek Tugu, Kompol Davis B Siswara usai menghadiri prosesi  pemakaman jasad Brigadir Ariyanto, Jumat (2/3) siang.

Brigadir Ariyanto mengawali karir sebagai seorang polisi menjadi anggota Samapta Polsek Semarang Barat. Setelah itu, ia bertugas menjadi anggota Sat Shabara Polrestabes Semarang. Kemudian delapan tahun terakhir ia menjadi anggota Shabara Polsek Tugu.

“Beliau meninggal di RS Tugu setelah kecelakaan saat bertugas patroli subuh. Pada saat patroli memang beliau piket malam, beliau tugas piket dari jam 20.00 sampai jam 08.00 pagi,” imbuh Davis.

Sementara kerabat korban, Amintoyo (44) mengaku kaget mendapat kabar bahwa keponakannya meninggal akibat kecelakaan. Amintoyo mengaku terakhir bertemu dengan korban sekitar satu minggu yang lalu.

“Ya kaget, tadi pagi itu istri bilang gini ‘Pak Mas Ari raono,’ kan saya kaget nggak percaya wong dia sehat, terakhir ketemu juga sehat, kok ternyata kecelakaan,” ujar Amintoyo.

Brigadir Ariyanto meninggalkan istri bernama Amelia dan satu orang anak bernama Melvin (6) yang masih sekolah TK. “Istrinya juga sedang hamil anak keduanya, hamil dua bulan. Dia tadi sangat histeris pas tahu suaminya meninggal, soalnya kemarin itu juga pamit kerja dalam keadaan sehat,” imbuh Amin.

Brigadir Ariyanto dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU), Gilisari, Mijen. Korban yang bertempat tinggal di Gilisari RT 3 RW I, Kelurahan Purwosari, Mijen tersebut dimakamkan sekitar pukul 13.30 setelah terlebih dulu dilakukan upacara penghormatan. (fen)

You might also like

Comments are closed.