BTN Syariah Targetkan Rp 150 Miliar untuk KPR

Ilustrasi
Ilustrasi

SEMARANG – Bank Tabungan Negara (BTN) Syariah tahun ini menargetkan penyaluran dana hingga Rp 150 miliar untuk Kredit Pemilikan Rumah (KPR). Adapun, sebesar 70% dari dana tersebut diproyeksikan untuk penyaluran kredit rumah bersubsidi atau Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).

Kepala BTN Syariah Cabang Semarang, Indro Setiadji mengatakan, upaya itu pihaknya lakukan untuk mendukung program Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat yakni Satu Juta Rumah. Program yang bertujuan untuk menekan angka backlog itu didorong agar masyarakat dapat memiliki rumah.

”Maka itu, dana KPR yang akan disalurkan pada tahun 2015 ini kami prioritaskan untuk calon pemberi rumah bersubsidi atau masyarakat berpenghasilan rendah. Sedangkan, sisa anggaran untuk rumah komersil,” katanya.

Menurut dia, untuk mensukseskan program tersebut Semarang masih terbilang sangat potensial. Sebab, ada beberapa daerah penyangga dengan lahan yang masih cukup luas. Misalnya saja, untuk kawasan Barat seperti Kendal, Weleri, kemudian Selatan ada Ungaran, Salatiga, dan juga Timur ada Demak, Kudus.

Dari cakupan wilayah tersebut, potensi penyaluran dana KPR untuk wilayah Semarang mencapai Rp 200 miliar. Guna memenuhi target tersebut serta mendukung program sejuta rumah dari pemerintah, maka pihaknya terus meningkatkan kerja sama dengan pihak-pihak terkait. Diantaranya para pengembang dan notaris.

”Selain perbankan, yang memiliki peran dalam mensukseskan program sejuta rumah di antaranya, pengembang dan notaris. Agar bisa lebih sejalan dan lebih efektif, maka kami adakan gathering tiga pihak ini,” tutur Indro.

Harapannya, berbagai program serta kemudahan yang telah disetujui akan dapat lebih dipahami. Seperti margin yang rendah untuk para pengambil kredit serta jangka waktu kredit yang kini bisa mencapai 20 tahun.

”Dengan kemudahan-kemudahan tersebut, pengembang akan lebih dapat leluasa bergerak. Kami sebagai perbankan turut mendukung,” tandasnya. (MS-16)

You might also like

Comments are closed.