Bubarkan Balap Liar, Anggota Raider Dikeroyok Gerombolan Pemuda

Ilustrasi razia kendaraan Foto: metrosemarang.com/dok
Ilustrasi razia kendaraan
Foto: metrosemarang.com/dok

 

METROSEMARANG.COM – Anggota Batalyon Infanteri (Yonif) 400/Raider menjadi korban pengeroyokan saat berusaha membubarkan balapan liar di Jalan Setiabudi, Srondol, Semarang. Enam pemuda yang diduga sebagai pelaku pengeroyokan saat ini sudah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan di Polrestabes Semarang.

Penahanan dilakukan setelah penyidik menetapkan keenam orang tersebut sebagai tersangka. Sebelumnya, polisi juga telah memeriksa 18 orang yang diduga terlibat dalam pengeroyokan terhadap anggota Yonif 400/Raider bernama Praka T tersebut.

“Iya, yang ditahan enam orang, statusnya tersangka, saat ini masih didalami,” kata kata Kasubag Humas Polrestabes Semarang, Kompol Suwarna, dihubungi metrosemarang.com, Senin (26/10) Petang.

Informasi yang dihimpun, aksi pengeroyokan yang menimpa Praka T terjadi pada Rabu (21/10) sekitar pukul 02.00, di Jalan Setiabudi, tak jauh dari markas Yonif 400/Rider. Korban hendak membubarkan balapan liar yang berlangsung di ruas jalan tersebut.

Praka T mendatangi gerombolan pemuda yang nongkrong di kawasan tersebut. Namun, tak terima kunci motor dan handphone-nya diambil paksa, para pebalap liar ini berontak dan langsung mengeroyok dan memukuli korban.

Saat itu Praka T tidak menggunakan seragam atau atribut TNI lainnya. Keesokan harinya, kasus pengeroyokan itu resmi dilaporkan ke Polrestabes Semarang.

Terpisah, Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) IV Diponegoro, Kolonel Inf Zainul Bahar, mengatakan, saat ini Praka T juga masih menjalani pemeriksaan internal terkait insiden pengeroyokan yang menimpanya.

“Anggota masih proses internal, kami dalami keterangannya. Untuk penganiayaan kami serahkan Polrestabes Semarang biar diusut sampai tuntas,” terang Zainul. (yas)

You might also like

Comments are closed.