Buka Festival Dieng, Ganjar Ingatkan Potensi ‘Negeri di Atas Awan’

Gubernur Ganjar Pranowo membuka Festival Budaya Dieng 2015, Jumat (31/7), di Komplek Candi Arjuna, Desa Dieng, Kecamatan Batur, Banjarnegara. Foto: metrosemarang.com/anton sudibyo
Gubernur Ganjar Pranowo membuka Festival Budaya Dieng 2015, Jumat (31/7), di Komplek Candi Arjuna, Desa Dieng, Kecamatan Batur, Banjarnegara. Foto: metrosemarang.com/anton sudibyo

BANJARNEGARA – Gubernur Jateng Ganjar Pranowo berpesan pada masyarakat di kawasan Dieng untuk menjaga alam. Bukit-bukit yang hijau dijaga dan yang gundul ditanami kembali.

Secara bercanda, Ganjar mengatakan, ritual pemotongan gimbal agar khusus untuk rambut. Budaya itu jangan menular ke pohon. “‎Yang dipotong rambut gimbalnya saja, tapi bukit sing gimbal jangan ikut dipotong,” ujarnya, dalam pembukaan Festival Budaya Dieng 2015, Jumat (31/7), di Komplek Candi Arjuna, Desa Dieng, Kecamatan Batur, Banjarnegara.

Potensi Dieng menurut Ganjar sangat besar. Pariwisata alam sebagai unggulan utama dibalut keunikan budaya, tradisi, dan spiritualitas masyarakat setempat. Event Dieng Culture Festival bahkan tiketnya sudah sold out sebelum hari H.‎

“Ketika diundang ke sini, panitia memberitahu bahwa tiket sudah habis, ini membuktikan kalau semua orang ingin ke Dieng. Kalau dipercantik akan semakin terkenal,” katanya.‎

Oleh karena itu Ganjar mengajak masyarakat untuk menata Dieng. Selain penyelenggaraan event berkala dengan kualitas terjaga, masyarakat harus melestarikan alam dan budaya.

“Wisata alam, ruhnya budaya, spiritualitas tinggi. Ini negeri di atas awan, dolane karo Gatotkaca,” kata Ganjar disambut tawa ratusan masyarakat Dieng.‎

Pemerintah Banjarnegara dan Wonosobo pun diharapkan bekerja sama dengan baik untuk menambah daya dobrak pariwisata.‎ “Saya inginnya event ini rutin terus. Ngimpinya gubernur pertunjukannya satu titik, ora usah rebutan tiket. Jadi peserta tidak kena beberapa kali pukulan. Regane ojo ngepruk lha nek ngene kan bengep,” tandasnya.

Usai membuka festival, Ganjar meninjau Museum Kaliangsa. Dilanjutkan melihat-lihat puluhan stand kerajinan dan kuliner. Ganjar berencana berada di Dieng hingga malam, sekaligus menonton Jazz Atas Awan. (byo)‎

You might also like

Comments are closed.