Bukan Begal Bukan Bandit, Oknum Dewan Todong Sopir Backhoe Pakai Pistol

Ilustrasi
Ilustrasi

SEMARANG – Sial betul nasib seorang operator alat berat bernama Ahmad Mukhlas (38). Baru dua hari bekerja di sebuah proyek galian tanah belakang Swalayan Ramai, Manyaran, warga Karangaji, Jepara itu justru ditodong pistol oleh seseorang yang diduga oknum anggota dewan.

Aksi arogan tersebut terjadi pada Kamis (21/5) sekitar pukul 09.00 lalu. Saat itu, Mukhlas sedang mengoperasikan alat berat untuk memindahkan tanah. Tanpa diduga, tiba-tiba datang sebuah mobil yang diparkir melintang tepat di depan pintu proyek.

Tak lama kemudian, dari dalam mobil tersebut turun seorang pria yang berpakaian rapi dengan mengenakan tas selempang warna coklat. Pria tersebut langsung menghampiri Mukhlas sambil marah-marah.

“Saat itu saya sedang memindahkan tanah dengan backhoe. Tidak tahu permasalahannya dia marah-marah,” ungkap Mukhlas, Minggu (24/5).

Pria tersebut tiba-tiba langsung menanyakan keberadaan mandor dan pemilik proyek kepada Mukhlas. Namun belum sempat dijawab, dia justru mengambil pistol yang diduga jenis revolver dan langsung mengacungkan ke arah Mukhlas.

“Dia juga menyebut beberapa nama, tapi saya cuma tukang jadi tidak tahu nama-nama yang disebut itu siapa,” ujarnya.

Akibat tindakan brutal tersebut, aktivitas proyek sempat  terhenti lantaran mobil pelaku sengaja diparkirkan untuk menghalangi akses keluar masuk. “Truk pengangkut tanah tak bisa keluar masuk, terhalang mobil orang itu,” kata dia.

Berdasarkan informasi yang beredar, pria yang bertidak bak koboi tersebut merupakan oknum anggota DPRD provinsi Jawa Tengah yang memiliki rumah di sekitar proyek tersebut.

Sementara, Kasat Reskrim Polrestabes Semarang, AKBP Sugiarto saat dikonfirmasi membenarkan adanya kasus tersebut, namun masih  sebatas pengaduan dan belum masuk dalam ranah pelaporan resmi. “Ya ada kasus itu, tapi masih bersifat aduan saja,” tuturnya.

Meski demikian pihaknya tetap akan melakukan penelusuran dan mengumpulkan informasi terkait kejadian itu. (yas)

You might also like

Comments are closed.