Bukan Harinya ‘Pak Haji’

METROSEMARANG.COM – PSIS gagal melanjutkan tren kemenangan saat melawat ke markas PSIR Rembang dalam lanjutan Liga 2 Grup 4, Kamis (11/5). Meredupnya performa Mahesa Jenar juga berbanding lurus dengan ketidakberuntungan yang menghinggapi M Ridwan.

Ekspresi kekecewaan M Ridwan usai gagal memberi kemenangan PSIS di kandang PSIR Rembang. Foto: metrosemarang.com

Tampil di Stadion Krida Rembang, PSIS sempat dibuat kerepotan oleh permainan cepat yang diperagakan tuan rumah. Jual beli serangan terjadi hingga pertengahan babak pertama, di mana PSIR menghasilkan empat peluang berbanding tiga untuk PSIS.

Pelatih PSIS Subangkit memilih memakai formasi awal 3-4-3 dengan harapan bisa mereduksi agresivitas Laskar Dampo Awang–julukan PSIR. Namun skema ini tidak berjalan sempurna.

Upaya PSIS mempersempit pergerakan pemain PSIR dengan melakukan pressure tinggi hingga nyaris setengah lapangan justru beberapa kali hampir menghadirkan petaka. Trio Anhar Latif, Ruud Gullid dan Rio Saputro kerap kerepotan saat lawan punya kesempatan melancarkan serangan balik.

Peluang pertama PSIR di menit keempat juga diawali dari skema counter attack dari sisi kiri pertahanan PSIS. Gelandang tuan rumah Yoni Ustaf Bukori lolos dari pengawalan bek-bek PSIS sebelum melepaskan tendangan yang masih bisa diamankan Awan Setho.

Buruknya koordinasi di lini belakang Mahesa Jenar mampu dieksploitasi oleh PSIR yang mengandalkan kecepatan Yoni, Rudy Santoso, Koko Hartanto maupun Muslimin. Gol tuan rumah di menit 72 juga berawal dari skema serangan balik. Pergerakan Kresno Hadi di depan area penalti PSIS memaksa Safrudin Tahar melakukan pelanggaran. Tendangan bebas yang dieksekusi Yoni Ustaf sukses menaklukkan Awan Setho.

Meski rapuh di belakang, skema serangan yang dibangun Johan Yoga dkk sebenarnya juga tidak buruk-buruk amat. Kali ini Subangkit menempatkan M Ridwan sebagai penyerang sayap kanan dan Hari Nur di sisi kiri bersama Johan untuk membentuk tridente di lini penggempur.

Setelah tertinggal satu gol, PSIS kembali bermain ke formasi 4-4-2, dengan memasukkan Erik Dwi Ermawansyah untuk menggantikan Ruud Gullid dan berduet dengan Hari Nur. Sedangkan Franky Mahendra yang lebih dulu masuk menggantikan Johan, mengisi pos winger kanan dan Ridwan berpindah ke kiri.

Perubahan itu membuat PSIS lebih agresif, hingga akhirnya mampu mencetak gol penyama di menit 86 lewat heading Erik Dwi usai meneruskan umpan Taufik Hidayat dari sisi kiri.

Skor 1-1 bukan saja memutus rentetan kemenangan PSIS di tiga pertandingan sebelumnya. Inilah kali pertama M Ridwan gagal memberi kontribusi dalam gol Mahesa Jenar.

Sebelum laga kontra PSIR, pemain yang biasa disapa Pak Haji itu selalu terlibat dalam lima gol PSIS. Pada tiga pertandingan pertama, Ridwan menorehkan dua gol dan tiga assist.

Tapi, Stadion Krida seolah kurang bersahabat bagi Pak Haji. Pada pertandingan sore tadi, Ridwan melepaskan dua crossing sukses dan dua shoot on goal.

Umpan Ridwan di menit 5 gagal dieksekusi dengan sempurna oleh Johan Yoga. Di penghujung babak kedua, giliran Ridwan sendiri yang melewatkan kesempatan mencetak gol. Menerima umpan terobosan M Yunus, eks Persib Bandung itu lolos dari perangkap offside dan tinggal berhadapan dengan kiper Yogi Eko Prabowo. Sayang, eksekusinya melenceng ke sisi kiri gawang PSIR.

Sementara, Subangkit tetap bersyukur timnya bisa mengamankan satu poin di Rembang. “Hasil satu poin ini tetap disyukuri karena kami main away. Formasi 3-4-3 sengaja kami pilih untuk mengantisipasi counter attack PSIR. Tentunya kami akan memainkan strategi berbeda saat main home” ujarnya usai pertandingan.

Tambahan satu angka membuat perolehan poin PSIS menjadi 10 dan masih nyaman di puncak klasemen Grup 4. Tapi posisi Mahesa Jenar rawan dikudeta Persis Solo di peringkat 2 yang sudah mengoleksi 7 poin dari tiga kali bertanding. (twy)

 

 

You might also like

Comments are closed.