Bukannya Belajar, Tiga Siswi SMP di Kendal Malah Ikut-ikutan Pesta Oplosan

Para pelajar putri dan empat temannya saat diberi pembinaan di markas Satpol PP Kendal. Foto: metrojateng.com
Para pelajar putri dan empat temannya saat diberi pembinaan di markas Satpol PP Kendal. Foto: metrojateng.com

METROSEMARANG.COM – Tiga pelajar putri terpaksa digiring petugas Satpol PP Kabupaten Kendal saat menggelar razia di kawasan Stadion Utama Kendal, Senin (18/1) siang. Pelajar SMP swasta itu kedapatan bersama-sama empat pemuda yang sedang mengadakan pesta minuman keras di lokasi tersebut.

Razia yang dilakukan petugas Satpol PP ini merupakan tindak lanjut dari laporan dugaan penyalahgunaan fasilitas publik sebagai tempat pelarian pelajar yang bolos sekolah. Rombongan pemuda dan pelajar putri ini tak berkutik saat petugas menggerebek mereka.

Satu pemuda melarikan diri dengan meninggalkan celana panjang dan jaket serta sepeda motor. Sementara miras oplosan yang dikemas dalam plastik diamankan petugas beserta dua botol minuman keras.

Meski demikian, para pelajar putri itu menyangkal tudingan ikut pesta miras. “Sehabis pulang sekolah, saya di SMS diajak  nongkrong di stadion. Saya dijemput di rumah, tidak tahunya di stadion sudah disiapkan miras jenis Congyang dan oplosan, tapi saya tidak minum,” ujar D, pelajar kelas VIII.

Bantahan serupa juga disampaikan Y (13) yang mengaku hanya menunggu diantar pulang. “Tadinya saya sudah mau pulang, tapi katanya suruh nunggu nanti kalau minuman sudah habis,” tuturnya.

Kepala Satpol PP Kendal, Toni Ari Wibowo mengatakan razia penyakit masyarakat ini setelah ada laporan banyak pelajar yang keluyuran saat jam sekolah. Selain Stadion Kebondalem, dalam operasi kali ini, petugas menyasar Taman Gajah Mada.

Di lokasi tersebut petugas memberikan pengarahan kepada pelajar yang sedang nongkrong, agar tidak melakukan perbuatan yang meresahkan. Petugas juga menggeledah tas pelajar serta bagasi sepeda motor untuk mengantisipasi penyalahgunaan obat-obatan terlarang dan minuman keras.

“Selanjutnya mereka akan kami data. Orangtuanya juga harus datang menyemput. Kami berharap operasi seperti ini bisa memberikan efek jera bagi pelajar,” kata Toni. (metrojateng.com/MJ-01)

 

 

You might also like

Comments are closed.