Buku Kurikulum 2013 Telat, Dinas Pendidikan Semarang Pilih E-Katalog

image
Ilustrasi

SEMARANG – Pengiriman buku kurikulum 2013 di Kota Semarang belum juga tuntas. Keterlambatan itu nyaris menyentuh dua bulan masa belajar di tahun ajaran baru ini. Untuk mengantisipasi hal serupa di tahap selanjutnya, Kementerian Pendidikan memberikan pilihan kepada Dinas Pendidikan di tingkat Kabupaten/Kota. Pada tahap kedua untuk pengadaan buku-buku semester II tak lagi dibiayai Bantuan Operasional Sekolah (BOS).

Untuk SMA dan SMK didanai dengan APBD Pemerintah Kota/Kabupaten masing-masing. Sementara untuk tingkat SD dan SMP didanai dengan Dana Alokasi Khusus (DAK). Sementara, kewenangan pengadaan ada pada Dinas Pendidikan wilayah masing-masing.

Pilihan yang diberikan kementerian, pertama adalah dengan e-katalog melalui Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP). Kedua, Dinas Pendidikan di daerah diberi kewenangan melakukan lelang pengadaan sendiri. Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang, Bunyamin mengatakan pihaknya tetap memilih pengadaan melalui LKPP menggunakan e-katalog. 

Dinas akan memilih buku-buku sesuai kebutuhan, melalui katalog elektronik. Buku-buku terpilih lalu dicetak oleh penyedia buku yang telah ditunjuk LKPP. Bunyamin mengatakan pihaknya sudah menandatangani persetujuan untuk memilih opsi e-katalog. Selanjutnya, dinas akan mendapat informasi dari LKPP terkait pihak rekanan yang akan menyediakan buku. Setelah itu baru dinas meneken kontrak dengan rekanan.

“Kalau harus lelang sendiri lebih susah,” kata Bunyamin. Pemesanan akan dilakukan secara bersama-sama melalui dinas. Bukan oleh masing-masing sekolah seperti yang dilakukan pada pengadaan buku tahap pertama. (MS-06)

You might also like

Comments are closed.