Bulog Akui Lonjakan Harga Beras Tertinggi Muncul di Cilacap dan Banyumas

METROSEMARANG.COM – Perum Bulog Divre Jawa Tengah menyatakan kenaikan harga beras masih terjadi di sejumlah wilayahnya. Bahkan, menurut Kepala Perum Bulog Divre Jateng, Djoni Nur Ashari kenaikan harga beras tertinggi dialami wilayah Banyumas dan Cilacap.

Bulog Jateng akui ada lonjakan harga beras di Cilacap dan Banyumas. Foto: metrosemarang.com/fariz fardianto

Ia menjelaskan harga beras kelas medium di dua daerah tersebut masih berkutat pada angka Rp 10.500 per kilogram. Sedangkan harga beras kelas premium masih Rp 13.250 per kilogram.

“Itu masih diatas Harga Eceran Tertinggi (HET),” kata Djoni, saat menggelar diskusi bebas di Grasia Hotel, Jalan S Parman Gajahmungkur, Semarang, Senin (29/1).

Menurutnya naiknya harga beras karena terjadi paceklik sejak Oktober sampai Februari nanti. Di sisi lain, tingkat konsumsi rumah tangga selama ini juga tinggi. “Karena konsumsinya ketat otomatis harganya ikut naik,” bebernya.

Ia mengklaim selain dua daerah itu, harga beras di kabupaten dan kota lainnya sudah bergerak turun. Di beberapa pasar tradisional macam Pasar Peterongan Semarang, Pasar Legi Solo dan Pasar Tegal Pagi harga beras medium nyaris Rp 9.500 per kilogram.

“Ya dengan dilakukan operasi pasar jadinya harganya turun. Kami kan sudah menggelontorkan beras 25 ribu ton di semua daerah untuk operasi pasar sejak pertengahan Januari. Sekali operasi pasar jumlahnya bervariasi tergantung permintaan pasar, kalau ada yang laku 2 ton maka kami tambah lagi pasokannya,” terangnya.

Ia memperkirakan musim panen raya di Jawa Tengah akan berlangsung mulai pertengahan Februari sampai akhir April nanti. Sebab, ia menyebut bahwa para petani juga sudah menggelar panen secara bertahap di Kabupaten Demak, Kabupaten Sragen bagian timur serta Kudus.

Lebih lanjut, saat ini harga gabah kering mulai berangsur turun dari semula Rp 5.600, kini menjadi Rp 5.300 per kilogram.

Ketua LP2K, Ngargono menilai operasi pasar sama sekali tidak efektif untuk meredam gejolak harga beras di pasaran.

“Enggak ngefek sama sekali. Apa yang dilakukan pemerintah selama ini hanya untuk ngeyem-ngeyemi masyarakat saja. Tetapi harga beras masih naik terus,” tandasnya. (far)

You might also like

Comments are closed.