Buntut Kasus 48 Ton Beras Ilegal, Satu Mitra Bulog Di-blacklist

METROSEMARANG.COM – Kasus pengiriman 48 ton beras ilegal yang berhasil dibongkar Polrestabes Semarang pada Kamis (11/1) lalu, berbuntut panjang. Perum Bulog Divre Jawa Tengah menyatakan telah memutus kontrak kerjasama dengan satu perusahaan rekanan distributor lantaran terbukti memasok beras untuk kebutuhan luar Pulau Jawa.

Polrestabes Semarang menggagalkan pengiriman beras Bulog ke luar Jawa. Foto: metrosemarang.com/dok

“Untuk kasus beras sitaan Polrestabes Semarang kemarin, barangnya sudah dikembalikan kepada kami dan sudah kami jual dalam kegiatan operasi pasar (OP). Sedangkan pedagangnya sudah dicoret dalam daftar kerjasama sebagai mitra Bulog,” tegas Kepala Perum Bulog Divre Jateng, Djoni Nur Ashari, saat ditemui metrosemarang.com, Senin (29/1).

Distributor asal Demak yang ia maksud bernama UD DM Putra Purwodadi. UD Putra terungkap menyalahi aturan pengiriman beras dari hasil kontrak untuk wilayah Pati, Demak dan Semarang. Namun pada kenyataannya puluhan ton beras itu justru dilempar ke luar Jawa.

Ia menjelaskan jumlah beras yang dijual dalam OP berjumlah 48 ton atau setara dua kontainer sesuai hasil sitaan yang dilakukan Polrestabes. “Proses pengembaliannya sudah dilakukan beberapa hari terakhir ini,” terangnya.

Perum Bulog, kata Djoni saat ini telah memblacklist UD Putra dan kontrak kerjasama yang terjalin selama ini pun ikut diputus.

Agar kejadian serupa tak terulang kembali, ia mengaku tengah mengintensifkan kerjasama dengan petugas Satgas Pangan Polda Jateng untuk memperketat pengawasan beras maupun sembako yang beredar di pasaran selama ini.

“Yang jelas, kami mengintensifkan kerjasama dengan Satgas Pangan. Kami enggak mau lagi meneruskan kerjasama dengan mitra yang melanggar aturan kontrak kerja,” tegasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, tim gabungan Polrestabes Semarang dan petugas KP3 Tanjungmas menggagalkan pengiriman 48 ton beras ilegal di kawasan pelabuhan.

Ada dua kontainer yang disita dan tiap kontainer isinya 24 ton karung beras. Polisi kemudian mengusut kasus ini lebih mendalam termasuk memeriksa saksi-saksi di lapangan. (far)

You might also like

Comments are closed.