Buruh Minta UMK 2015 Rp 1,8 Juta

Demo buruh di depan Gubernuran menuntut kenaikan UMK 2015. Foto Metrosemarang/Ade Lukmono
Demo buruh di depan Gubernuran menuntut kenaikan UMK 2015. Foto Metrosemarang/Ade Lukmono

SEMARANG – Kenaikan UMK yang ditetapkan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo belum lama ini mendapat respon dari buruh. Gabungan buruh yang tergabung dalam Gerakan Buruh Berjuang (Gerbang) Jateng mendatangi kantor Gubernuran Jawa Tengah, Jalan Pahlawan Semarang sekitar pukul 16.00.

Mereka menuntut kenaikan UMK menjadi Rp 1.890.000. Kenaikan UMK yang ditetapkan lalu dinilai masih belum disesuaikan dengan survei. “Ganjar menaikan upah setelah kenaikan BBM bersubsidi sebanyak 2%. Namun kebutuhan untuk transportasi saja, kita butuh sekitar 17%,” kata Koordinator lapangan, Zainuddin.

Beberapa buruh lain sudah disebar di beberapa titik, seperti pintu tol Gayamsari, jalur perbatasan Semarang-Kendal dan Demak-Semarang. Jika tidak dilakukan revisi UMK, maka mereka mendesak Ganjar untuk mundur dari posisinya sebagai gubernur Jawa Tengah.

Jika tidak segera dipenuhi, mereka mengancam untuk menduduki kantor Gubernuran. Sampai pukul 16.30, mereka masih menunggu rekan-rekan yang berasal dari Kendal dan Demak.

Seperti diketahui, berdasarkan Surat Keputusan Gubernur Nomor 560/85 Tahun 2014 Tanggal 20 November 2014, diketahui UMK tertinggi tahun 2015 ialah Kota Semarang dengan Rp 1.685.000. Sedangkan UMK terendah ada di Cilacap Barat dan Banyumas sebesar Rp 1.100.000.
Dari daftar UMK juga diketahui bahwa rata-rata UMK di Jateng sebesar Rp 1.223.887,84 dan rata-rata pencapaian UMK terhadap KHL 100,28%. Sedangkan rata-rata kenaikan UMK Jateng Rp 157.284,41 atau 14,90%. (ade)

(ade)

You might also like

Comments are closed.