Buruh: Pembangunan Rusunawa Bukan Solusi

Kebijakan Presiden Jokowi untuk membangun Rusunawa bagi buruh justru dianggap merugikan. Foto: metrosemarang.com/ade lukmono
Kebijakan Presiden Jokowi untuk membangun Rusunawa bagi buruh justru dianggap merugikan. Foto: metrosemarang.com/ade lukmono

SEMARANG – Tanggal 1 Mei merupakan hari yang istimewa bagi para buruh. Pasalnya, pada 1 Mei 2014 lalu, Susilo Bambang Yudhoyono yang kala itu menjadi Presiden Republik Indonesia memberikan satu hari untuk libur. Begitu pula pada Mei kali ini, Presiden Joko Widodo sedang gencar mempromosikan Rusunawa bagi buruh.

Namun kedua kebijakan tersebut dinilai kurang tepat oleh Ketua Umum Gerakan Buruh Berjuang (Gerbang), Nanang Setyono. “Pada 1 Mei justru yang libur adalah pemerintah. Ada beberapa perusahaan yang tetap memperkerjakan buruh pada hari buruh internasional ini,” kata dia.

Di samping itu, Rusunawa dinilai merugikan kaum buruh lantaran dana pembangunan tersebut diambilkan dari dana BPJS Ketenagakerjaan yang bernilai Rp 180 Triliun. “Kalau bentuknya Rusunawa, berarti kami akan dibebankan biaya sewa. Lalu bagaimana jika nanti kami sudah pensiun?” kata Nanang.

Oleh karena itu, dia menuntut Presiden Joko Widodo untuk mengganti kebijakan pembangunan Rusunawa menjadi rumah murah yang uang muka dan cicilannya terjangkau. (ade)

You might also like

Comments are closed.