Buruh Proyek Karaoke Tagih Tunggakan Gaji 3 Bulan

METROSEMARANG.COM – Gara-gara menunggak bayaran tiga bulan, puluhan buruh kontraktor menggeruduk proyek pembangunan Karaoke Vinus di Jalan Sultan Agung, Gajahmungkur, Semarang.

Buruh proyek pembangunan karaoke menuntut pelunasan upah selama tiga bulan. Foto: metrosemarang.com/fariz fardianto

Mereka merupakan pekerja CV Interior Semarang yang selama ini menggarap interior di tempat karaoke yang berada di lantai II Plaza Candi tersebut.

Deny Listyiono, seorang buruh bangunan mengaku tidak menerima upah lagi sejak September kemarin. Upahnya sebenarnya Rp 150.000 per hari termasuk uang lembur.

Pemilik kontraktor menunggak pembayaran upah karena tidak memiliki uang untuk membayar. ”Alasanya oleh pak Winoto karena belum dibayar oleh pemberi proyek,” akunya, Jumat (10/11).

Wagiman, buruh lainnya asal Wonogiri berulang kali sudah menyatakan hak mereka namun permintaannya ditolak. ”Setiap hari kami selalu menanyakan tetapi perusahaan mengaku sudah tidak memiliki uang sama sekali,” jelasnya.

Para pekerja tetap berharap perusahaan segera menyelesaikan kewajibannya. Sebab, sebagian besar pekerja sudah berkeluarga dan harus memberi nafkah.

Pantauan di lokasi, aksi unjuk rasa juga diikuti supplier bahan baku proyek interior dari UD Mitra Usaha. Agus Suhadi, seorang pekerja supplier mengatakan, pihaknya memiliki tagihan sekitar Rp 150 juta ke CV Interior Semarang.

”Selama ini upaya persuasif dan kekeluargaan saya lakukan agar uang pembayaran bisa cair karena saya juga harus bertanggungjawab ke perusahaan saya,” papar Agus.

Pemilik CV Interior Semarang, Winoto Sugondo berjanji tidak akan lari dari tanggungjawab untuk memenuhi hak pekerja maupun pembayaran kepada pemasok bahan baku.

”Tagihan kami sekitar Rp 3 miliar sulit ditagih, sehingga tunggakan gaji pekerja sampai RP 400 juta juga tidak bisa kami bayarkan,”. (far)

You might also like

Comments are closed.