Buruh Semarang Usulkan UMK 2018 Sebesar Rp 2,7 Juta

METROSEMARANG.COM – Aliansi buruh di Kota Semarang mengusulkan kenaikan Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) tahun 2018 sebesar Rp 2,7 juta. Buruh siap mengawal pengajuan nilai UMK tersebut hingga bisa disetujui oleh Gubernur Jawa Tengah.

Ilustrasi. Buruh Semarang usulkan UMK 2018 sebesar Rp 2,7 just. Foto: metrosemarang.com/dok

Anggota Dewan Pengupahan Kota Semarang dari unsur buruh, Ahmad Zainudin mengatakan, usulan kenaikan UMK dari sebelumnya yang berlaku tahun ini Rp 2,125 juta, berdasarkan hasil survei di lapangan dan asumsi inflasi di Semarang hingga Desember atau akhir tahun 2017 nanti.

”Survei yang kami lakukan berdasarkan KHL atau Kebutuhan Hidup Layak dan prediksi inflansi hingga bulan Desember,” ujarnya, Jumat (27/10).

Diakui, usulan UMK Rp 2,7 juta ini jauh lebih tinggi dari usulan yang disampaikan oleh Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Semarang. Kalangan pengusaha mengusulkan kenaikan UMK tahun 2018 hanya sebesar Rp 2,3 juta.

Namun, Zaenudin menjelaskan, kenaikan UMK menghambat laju investasi sebagaimana alasan pengusaha tidak valid. Faktanya justru sebaliknya nilai UMK tidak berpengaruh pada nilai investasi, dan di Kota Semarang malah nilai investasinya bahkan semakin besar.

”Seperti di tahun 2011 nilai investasi di Kota Semarang di bawah Rp 1 triliun dengan nilai UMK pada waktu itu sekitar Rp 900 ribu. Tetapi di tahun 2016 nilai investasi di Kota Semarang mencapai Rp 10 triliun dengan UMK senilai Rp 1,9 juta,” terangnya.

Hal itu membuktikan, katanya, upah tinggi tidak menghambat pertumbuhan ekonomi atau investasi. Banyak sekali investasi yang tetap masuk ke Kota Semarang. Para investor tidak lari ke Kabupaten Demak atau Kendal yang nilai UMK-nya lebih rendah.

”Kami akan kawal pengajuan nilai UMK 2018 ini hingga tingkat gubernur. Kami ingin buruh semakin sejahtera seiring pertumbuhan ekonomi dan investasi di Semarang,” tegasnya. (duh)

You might also like

Comments are closed.