Buruh SPN Geruduk Gubernuran Tolak PP Pengupahan

Massa buruh SPN menggelar orasi di depan kantor Gubernuran, Selasa (24/11). Foto: metrosemarang.com/fariz fardianto
Massa buruh SPN menggelar orasi di depan kantor Gubernuran, Selasa (24/11). Foto: metrosemarang.com/fariz fardianto

 

METROSEMARANG.COM – Ratusan buruh dari Serikat Pekerja Nasional (SPN) hari ini, Selasa (24/11), menggeruduk kantor Gubernur Jawa Tengah untuk menuntut pencabutan aturan baru upah buruh yang tertuang dalam PP Pengupahan Nomor 78 Tahun 2015.

Massa buruh yang berasal dari kawasan industri timur dan selatan Kota Semarang itu mula-mula datang berkonvoi naik sepeda motor yang disusul iring-iringan beberapa bus dan mobil pikap. Mereka berunjuk rasa di depan kantor gubernur pukul 11.30 WIB siang untuk menolak penetapan UMK 2016 berdasarkan PP Pengupahan Nomor 78.

Wakil Ketua DPD SPN Jawa Tengah Ali Shaleh saat berada di tengah kerumunan ratusan buruh mengatakan secara tegas menolak pemberlakuan PP Pengupahan Nomor 78 Tahun 2015 yang mengatur sistem upah buruh mulai 2016 mendatang. “Peraturan tersebut mengancam kehidupan buruh dan menyengsarakan keturunan kita di masa mendatang,” teriaknya.

Sementara itu, Koordinator Komite Aksi Upah Jawa Tengah, Auli Hakim menilai PP Pengupahan Nomor 78 penuh manipulasi sehingga dianggap kurang tepat untuk digunakan sebagai acuan penetapan upah bagi pekerja swasta.

Untuk membuktikannya, ia mengaku telah menelusuri keterlibatan oknum dinas yang mendikte para buruh dalam usulan penetapan PP Pengupahan di Cilacap.

“Sudah kami telusuri siapa saja oknum dinas yang bermain dengan angka UMK Cilacap dari usulan semula Rp 4 juta jadi turun hingga 60 persen saat ditetapkan jadi UMK 2016,” kata Auli.

Ia khawatir bila PP Pengupahan Nomor 78 ini diterapkan tahun depan maka kaum buruh tak lagi dilibatkan dalam penentuan UMK di tiap kabupaten/kota. “Kami khawatir tidak ada lagi perundingan soal upah lagi,” terang Auli.

Aksi buruh SPN di depan kantor Gubernur Jawa Tengah tersebut sempat membuat satu ruas Jalan Pahlawan terpaksa ditutup oleh polisi. Akibat situasi tersebut, arus lalu lintas menjadi melambat lantaran sebagian mobil dan kendaraan bermotor yang lewat di ruas kanan Jalan Pahlawan harus dibuang ke lajur kiri. (far)

You might also like

Comments are closed.