Camat Ujung Tombak Pencegahan Penularan Covid-19

Pjs Wali Kota Semarang Tavip Supriyanto menerma kunjungan Bupati Tulungagung Maryoto Birowo, Rabu (4/11)

SEMARANG – Camat adalah ujung tombak pencegahan penularan virus Covid-19. Khususnya dalam rangka melakukan operasi yustisi penegakan protokol kesehatan.

Hal itu diungkapkan oleh Penjabat sementara (Pjs) Wali Kota Semarang Tavip Supriyanto saat menerima kunjungan kerja dari Bupati Tulungagung, Jawa Timur, di Balai Kota Semarang, Rabu (4/11).

Di tengah upaya penanggulangan Covid-19, Penjabat sementara (Pjs) Wali kota Semarang Tavip Supriyanto berpendapat perlunya kolaborasi antar daerah baik kota maupun kabupaten.

“Yang diperlukan bukan berkompetisi, melainkan bagaimana antara kabupaten kota perlu berkolaborasi,” ungkap Tavip saat menerima kunjungan rombongan Pemerintah Kabupaten Tulungagung di Gedung Balaikota Semarang, Rabu (4/11).

Pada kunjungan bertajuk studi referensi Evaluasi Kinerja Kecamatan di Kota Semarang tersebut, hadir pula Bupati Tulungagung Maryoto Birowo beserta asisten, staf ahli dan jajaran camat di Kabupaten Tulungagung.

Tavip menyebut bahwa kecamatan di Kota Semarang telah bekerja keras dalam memutus mata rantai penyebaran COVID-19 di Kota Semarang, salah satunya melalui program Kampung Siaga Candi Hebat dan Jogo Tonggo yang tersebar di 16 kecamatan.

“Kami sudah ada Kampung Siaga Candi Hebat yang terbentuk di 16 Kecamatan. Bagaimana upaya pemerintah kota dalam menangani Covid-19, protokol kesehatan termasuk program dari provinsi berupa Jogo Tonggo,” jelasnya.

Bahkan menurut Tavip, para camat di Kota Semarang merupakan ujung tombak dari kegiatan operasi yustisi dalam rangka menurunkan penyebaran Covid-19 dengan melakukan sosialisasi kepada masyarakat.

“Operasi yustisi itu ujung tombaknya pak camat, bersama teman-teman Muspika dibantu teman-teman Lurah dan juga Puskesmas,” ungkap Tavip.

Elemen tersebut saling bergerak bersama untuk melaksanakan tugas dalam mensosialisasi, mengedukasi warga agar memahami bagaimana cara penanggulangan Covid-19.

“Ini menjadi ukuran bagaimana pelayanan kami kepada masyarakat dan Alhamdulillah sudah mulai turun Covid-nya, sudah mulai oranye,” ujar Pjs Walikota.

Maka pihaknya berharap ada upaya saling bertukar pikiran antara dua daerah untuk bersama-sama mengembangan daerah masing-masing. “Saling bertukar pikiran, kalau ada yang baik bisa diambil, tapi kalau ada yang kurang bisa saling melengkapi,” imbuh Tavip.

Senada dengan Tavip, Bupati Tulungagung Maryoto Birowo mengungkapkan pihaknya memerlukan informasi dari Kota Semarang untuk mengembangkan wilayahnya.

“Ini merupakan upaya meningkatkan kompetensi, peran serta fungsi camat dalam mengimplementasikan sumber daya manusia untuk pengembangan inovasi,” terang Bupati.

Dalam rangkaian kunjungan ke Kota Semarang, pihaknya beserta rombongan juga melakukan kunjungan lapangan ke Kecamatan Semarang Selatan dan Kecamatan Genuk. (Asi)

Comments are closed.