Cantiknya Istri Balon Wali Kota Semarang Ini Mirip Nikita Mirzani

Daning Arista Putri siap memberi dukungan total terhadap Sigit Ibnugroho. Foto: metrosemarang.com/ade lukmono
Daning Arista Putri siap memberi dukungan total terhadap Sigit Ibnugroho. Foto: metrosemarang.com/ade lukmono

PASANGAN bakal calon (balon) Wali Kota Semarang, Sigit Ibnugroho-Agus Sutyoso yang diusung trio parpol Gerindra, PAN dan Golkar, telah mendaftarkan diri ke KPU Kota Semarang, Senin (27/7). Mereka pun resmi bertarung memperebutkan kursi nomor wahid di Kota Lumpia.

Tapi tahukah Anda, bila ada yang terlewatkan dari suasana pencalonan pasangan yang biasa disingkat Sibagus tersebut? Ya, saat berangkat menuju KPU, Sigit turut serta membawa istri tercintanya.

Sigit yang naik becak hias didampingi istrinya, Daning Arista Putri. Keduanya kompak berbusana serba putih. Tapi, Rista, sapaan akrab istri Sigit yang punya paras cantik ternyata menyita perhatian pendukungnya di depan Gedung Pandanaran, di mana KPU berkantor di lantai V.

Saat itu, Rista mengenakan kebaya putih dan berjarit cokelat. Kerudung putih yang menutupi kepala membuatnya begitu menawan. Wajahnya yang putih dengan alis tebal sekilas mirip artis seksi Ibukota, Nikita Mirzani. Hanya saja, pembawaannya agak kalem dan gemulai.

Saat ditemui wartawan, Rista mengatakan, ia datang ke KPU untuk mensupport suaminya yang maju di bursa Pilwakot Semarang 2015. “Saya dukung dia dan jika terpilih, suami saya tidak mengecewakan,” tuturnya setengah berkampanye.

Rista mengaku tak pernah mencampuri urusan pekerjaan suaminya. Ia hanya berkutat di dalam rumah dan mengasuh dua anaknya, Sita Aurellia dan Sarfi. Sebagai seorang istri, Rista cukup yakin suaminya mampu mengungguli calon lain.

“Mungkin warga Semarang ingin yang baru. Kalau yang lainnya, sempat bermasalah dengan hukum, mungkin masyarakat ingin calon yang bersih dan jujur. Itu kelebihan suami saya,” kata putri pasangan Wingdani Wiyanto dan Nuning Wahyuningsih ini.

Lantas, apa harapannya bila Sigit terpilih jadi Wali Kota Semarang? “Yang jelas saya tidak berlaku macam-macam. Kalau istrinya menerima apa adanya, ikhlas, menerima seberapapun gaji suami, tidak foya-foya, tidak ada arah suami melakukan korupsi,” tukas wanita yang pernah menempuh pendidikan di Fakultas Manajemen Universitas Semarang tersebut. (far)

You might also like

Comments are closed.