Makasih, Smartphone! Pengertian “Berita” telah Bergeser [Cara Membaca Berita]

Media sosial dan smartphone telah mengubah pengertian “berita”. Cara membaca berita, tidak terlepas pengertian berita.

Media sosial dan smartphone telah mengubah pengertian “berita”. Cara membaca berita, tidak terlepas pengertian berita.

Apakah berita itu?“. Saya sering menanyakan itu kepada peserta workshop jurnalistik dan kepada para wartawan. Jawaban mereka bermacam-macam.

TERIMA KASIH, SMARTPHONE. Pengertian "berita" telah bergeser. Membaca berita, perlu memperhatikan 6 unsur dalam setiap berita, terutama berita online.
TERIMA KASIH, SMARTPHONE. Pengertian "berita" telah bergeser. Membaca berita, perlu memperhatikan 6 unsur dalam setiap berita, terutama berita online.

Apa yang terdapat dalam sebuah berita?

Berita selalu terdapat (beberapa) hal berikut :

1. Image (Citraan)

Berita membuat citraan kepada seseorang atau peristiwa. Citraan (image) misalnya: Jokowi itu orangnya low profile dan tidak banyak bicara.

Citraan tidak selalu fake, palsu.

2. Fakta, Bukan Kenyataan

Fakta adalah “pernyataan atas suatu peristiwa, menurut versi penutur”. Fakta bukanlah kenyataan.

Misalnya, sebuah sekolah kebanjiran, jumlah siswanya 500 orang, padahal ujian tinggal seminggu lagi.
Fakta yang disampaikan: 500 siswa terancam gagal ikut ujian.

Fakta harus sesuai dengan kejadian. Fakta itu soal memilih dan menyatakan.

3. Opini, dari Pernyataan Narasumber

Opini adalah fakta yang sudah dipengaruhi dengan analisis. Ini terjadi ketika seorang narasumber diwawancarai dalam reportase.

4. Narasi Antar-Subyek

Dalam berita, kelihatan siapa saja yang “bermain” di dalamnya. Bagusnya, berita itu harus “cover both sides” (menyingkap kedua sisi).

Banyak berita online tidak melakukan ini. Satu pernyataan pejabat diberitakan tanpa perimbangan data lain. Ini bentuk pemberitaan yang tidak fair.

5. Ideologi

Berita pasti mewakili ideologi tertentu, karena setiap orang dan lembaga pemberitaan memiliki ideologi tertentu.

6. Realitas Temporer

Berita, diakui atau tidak, merupakan realitas temporer. Fakta yang dipercaya hari ini, bisa dianulir dengan fakta baru. Terutama pada bentuk running-news (berita berlanjut). Yang belum lengkap sekarang, bisa dilengkapi 30 menit kemudian.

Setiap membaca berita, buatlah pertanyaan seperti ini :

  • Citraan apa yang sedang dibentuk? 
  • Bagaimana cara media ini menyampaikan fakta? 
  • Siapa (saja) narasumber yang dipakai? 
  • Mengapa pernyataan ini yang dipilih dalam berita? 
  • Siapa saja yang “bermain” dalam berita ini? 
  • Siapa saja yang ada di balik berita ini? 
  • Jika ini berita berlanjut (running news), apa yang sedang ditambahkan dari berita sebelumnya? 
  • Apa yang belum dilengkapi dalam berita ini?

Mungkin Anda punya pengertian sendiri tentang “berita”. Mengetahui bagaimana cara membaca berita, bisa mengarah pada kejernihan dalam menyikapi berita, terutama berita online. [d]

You might also like

Comments are closed.