Cara Mendapatkan Pelanggan Online

Begini cara mendapatkan pelanggan online. Dengan kontes via email. Lebih efisien daripada melalui jejaring sosial.

Begini cara mendapatkan pelanggan online. Dengan kontes via email. Lebih efisien daripada melalui jejaring sosial.

Studi Kasus

Sebuah perusahaan, telah memiliki website dan akun jejaring sosial (Facebook, Twitter, dan Instagram). Dia ingin mendapatkan banyak pelanggan (subscriber), lalu mengadakan kontes berhadiah.

[box type=”info” align=”” class=”” width=””]
Peserta kontes diminta mengisi formulir digital dan melakukan konfirmasi berlangganan artikel melalui email.
Singkatnya, peserta kontes akan menjadi pelanggan (subscriber). Hitungannya, 10.000 peserta berarti 10.000 pelanggan website. Nantinya, setiap ada artikel baru, akan terkirim kepada 10.000 orang ini. Kontes berbatas-waktu. Tidak disebutkan, apa hadiahnya dan apa isi kontes ini.
[/box]

Cara ini lebih efisien meraih target pengunjung daripada melalui jejaring sosial.

SEKALI KONTES, RIBUAN PELANGGAN. Menentukan model kontes bisa menarik ribuan pelanggan artikel via email. Lebih efisien daripada menjaring melalui media sosial.
SEKALI KONTES, RIBUAN PELANGGAN. Menentukan model kontes bisa menarik ribuan pelanggan artikel via email. Lebih efisien daripada menjaring melalui media sosial.

Untuk menentukan siapa pemenangnya, perusahaan ini punya 2 (dua) pilihan :

Model Kontes Pertama

Model pertama, hadiah akan diberikan kepada 10 orang yang beruntung, yang diundi dari 1000 pengirim-pertama.

Itu artinya, kalau ada pengirim ke 1001, 1002, dan seterusnya, tidak mungkin menjadi pemenang. Kalau pengirim masih termasuk ke dalam daftar 1000 pengirim pertama, dia berpeluang menang, namun diundi.

Model Kontes Kedua

Model kedua, peserta yang masuk, berapapun jumlahnya, diundi dan diambil 10 orang yang beruntung.

Perusahaan ini menyebarkan kabar tentang kontes tersebut ke jejaring sosial.

[box type=”note” align=”” class=”” width=””]
Sebelum Anda baca kelanjutan tulisan ini, berhentilah sejenak. Pikirkan, mana dari kedua model kontes itu yang paling mendatangkan pelanggan artikel via email terbanyak? Anda boleh membuat model lain.
[/box]

Bagaimana Anda menganalisis persoalan di atas?

Model pertama sering ditemui.

Anda tentu sering mendengar kalimat : “1000 pengirim pertama berpeluang memenangkan hadiah…”.
Cocok untuk brand produk yang sudah punya nama, konsumen atau partisipan yang menyukai kecepatan, namun tidak terlalu kecewa jika tidak mendapatkan hadiah.

Bagusnya, model ini menghargai partisipasi peserta kontes. Masuk daftar 1000 pengirim pertama, lebih punya peluang berdasarkan kecepatan.
Kekurangan dari model penjaringan ini, peserta setelah nomor 1000 harus siap kecewa. Meskipun saat mengirimkan email tidak ada keterangan berapa peserta yang telah masuk, tetapi sejak awal orang sudah “down” jikalau tidak termasuk ke dalam “1000 pengirim pertama”.

Saya tidak memilih cara ini.

Model kedua juga sering ditemui.

Anda tentu sering mendengar kalimat : “Siapapun berpeluang menang.”.

Bagusnya: semua berpeluang menang, jadi ada kemungkinan akan meraih lebih banyak peserta.
Ada jeleknya: semakin banyak yang ikut, semakin kecil peluang menang. Tidak menuntut partisipasi aktif dari peserta.

Mungkin, ada cara yang lebih menarik.

Marilah kembali pada ketertarikan orang kepada sebuah kontes : ada hadiah dan kompetisi.
Tanpa hadiah, orang tidak tertarik. Pikirkan selalu, apa hadiahnya.

Kontes Menarik Jika Ada Hadiah Besar dan Persaingan Ketat

Kontes bisa berfungsi untuk menarik publik, jika ada kompetisi ketat. Syarat boleh mudah. Kompetisi semakin ketat, hadiah semakin besar.

Semakin sulit kompetisi, maka kontes semakin bergengsi. Semakin kompetisi bergengsi, semakin dilirik banyak orang.

[highlight color=”yellow”]
Singkatnya: permudah syarat, perbesar hadiah, dan buat kompetisi bergengsi.
[/highlight]

Jika orang merasa “tidak memenuhi syarat”, dia akan membagikan “info kontes” ini kepada orang lain. Di sinilah, proses share dan penyebaran terjadi. Kepada keluarga, rekan kerja, kerumunan, dan jejaring sosial.

Adik saya ikut kontes ini. Kalah tidak masalah. Ini memang kontes yang syaratnya berat.“. Orang yang “kalah sebelum bertanding”, mau membagikan, kalau kontes ini bergengsi.

Berbagi semacam inilah yang sering terjadi di jejaring sosial. Info yang (dianggap) berguna, dibagikan, sekalipun yang membagikan tidak ikutan dalam kontes.

Untuk kontes yang berkaitan dengan registrasi email, tidak perlu sulit dilakukan. Fokus pada hadiah dan jumlah orang yang ikut. Yang penting, para kontestan ini sudah ditarget sesuai segmentasi pembaca artikel website Anda.

Perbaiki “Bentuk” Partisipasi dan Kompetisi Peserta.

“Memenuhi syarat” dan “menunggu”, menjadi kelemahan model kedua.

[highlight color=”yellow”]
Terlepas dari kemungkinan di-share orang, jangan berharap adanya support di luar peserta. Yang terpenting justru partisipasi para peserta kontes. Merekalah kelak yang menjadi pelanggan artikel di website.
[/highlight]

Jika seorang peserta mengirimkan “jawaban” (misalnya kuis), pada model kedua, dia hanya menunggu. Semakin banyak peserta lain, semakin kecil peluang menangnya.

Beri Kemungkinan Menang Lebih Besar, tanpa Referral Code

Bagaimana peserta bisa memperbesar peluang menang? Berikan poin. BUKAN memakai sistem downline dan kode referral.

Era sosial media tidak memakai sistem hirarki a la MLM. Era sosial media adalah era di mana individu bisa menjadi orang yang memberikan pengaruh kepada kawan, lingkaran-pertemanan.

Bagaimana “poin” ini akan bekerja?

Semakin banyak peserta share link info kontes, maka dia akan mendapatkan poin tambahan. 1 share 3 poin. Peluang menang bisa ditambah.

Dia harus share memakai akun jejaring sosialnya sendiri. Bisa Facebook, Twitter, atau Instagram, yang dia pakai untuk mengikuti kontes.

Dengan cara seperti ini, siapapun boleh mengikuti kontes, berpeluang menang, dan bisa “memprediksi” peluang yang dia miliki. Bot tidak berlaku. Mereka pakai email dan akun sungguhan, bukan akun hantu.

Anda tidak hanya akan mendapatkan ribuan pelanggan artikel, tetapi mendapatkan calon pelanggan yang aktif. Serta lingkaran di sekitarnya.

[highlight color=”yellow”]
Link yang harus di-share, bisa semakin terkenal.
[/highlight]

[box type=”success” align=”” class=”” width=””]

Kesimpulan:

Adakan kontes, dengan syarat “mendaftarkan email”. Peserta otomatis menjadi pelanggan website.
Menjadi peserta berarti akan mendapatkan update artikel baru dari website, langsung ke email mereka. Tentukan hadiahnya, semenarik mungkin. Target informasi ini kepada segmen pembaca website Anda.
Dari semua peserta yang mendaftar, akan diambil 1000 orang bukan secara acak. 1000 orang ini dipilih berdasarkan poin terbanyak. 10 orang dari 1000 orang ini akan dipilih 10 terbaik, sebagai pemenang.
Semakin banyak mereka share link lomba, semakin dapat banyak poin.
Terakhir, tentukan sistem balas-otomatis dan penghitungan poin, serta aplikasi untuk mengatur email, kepada semua peserta lomba.
[/box]

Anda akan mendapatkan minimal 1000 pelanggan artikel dengan cara ini. Bisa menjadi 10.000 atau 20.000, dst.

Sekarang, Anda tinggal menentukan, apa kontesnya, apa hadiahnya.

Semua punya konsekuensi dan daya tarik. Kontes yang mudah, memiliki konsekuensi berbeda dengan kontes yang sulit. Hadiah besar, memiliki daya tarik berbeda dengan hadiah kecil.

Ingat: Terlepas dari mana yang Anda pilih dari kedua model di atas, Anda harus memiliki sistem aplikasi website dan script yang bisa menangani penyebaran email, penghitungan share dan poin, serta newsletter melalui email, untuk mengelola ribuan (calon) pelanggan artikel di website Anda.

Dengan cara ini, Anda bisa mendapatkan ribuan pelanggan artikel website via email. Lebih efisien daripada broadcast atau menjaring pengunjung dari jejaring sosial. [d]

You might also like

Comments are closed.