Cara Pandang Konvensional Hambat Pengembangan Smart City

METROSEMARANG.COM – Pemerintah Kota Semarang telah mencanangkan program Smart City sejak tahun 2013. Namun pengembangan program ini terhambat oleh cara pandang masyarakat yang masih konvensional.

Diseminasi Smart City untuk penguatan inovasi daerah yang digelar Bappeda di Balai Kota Semarang.

‘’Salah satu yang menjadi tantangan adalah mengubah cara pandang masyarakat yang konvensional dengan cara modern atau digital,’’ kata Kepala Dinas Komunikasi Informasi (Diskominfo) Kota Semarang, Nana Storada, Minggu (27/8).

Sebenarnya, program ini telah mendapat penguatan setelah Presiden RI Joko Widodo mewajibkan setiap daerah untuk melaksanakan inovasi, yang bertujuan untuk memberikan kemudahan dan kenyamanan pelayanan kepada masyarakat.

Namun, kendala tersebut masih menjadi Pekerjaan Rumah (PR) Pemerintah Kota Semarang dalam mengembangkan konsep Smart City.

Nana Storada menjelaskan, pihaknya sudah melakukan upaya sosialisasi secara terus menerus kepada anak-anak sekolah, mahasiswa, aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkot Semarang, hingga komunitas masyarakat dan lainnya.

‘’Namun upaya ini rasanya masih kurang (untuk mengubah cara pandang masyarakat yang konvensional dengan cara modern atau digital,’’ ujarnya dalam acara Diseminasi Smart City untuk penguatan inovasi daerah yang digelar Bappeda di Balai Kota Semarang tersebut.

Sosialisasi yang diberikannya, yaitu berkaitan dengan website dan sejumlah aplikasi yang memudahkan masyarakat, dalam segala hal yang berhubungan dengan Pemkot Semarang.

Disebutkan, saat ini padahal sudah terdapat 204 aplikasi Pemkot yang terdaftar di Pemerintah Pusat. Seperti di antaranya aplikasi Wisata Kota Semarang (Wis Semar), Kamera CCTV lalu lintas (ATCS) Dishub, dan lain sebagainya. (duh)

You might also like

Comments are closed.