Cari ABK Hilang di Kendal, Basarnas Semarang Terjunkan Tim Penyelam

Ilustrasi kecelakaan kapal. Foto: metrosemarang.com
Ilustrasi kecelakaan kapal. Foto: metrosemarang.com

 

METROSEMARANG.COM – Badan SAR Nasional (Basarnas) Semarang kembali melanjutkan Operasi SAR pencarian terhadap lima korban KM Mugi Berkah di perairan Kendal, Kamis (24/9) pukul 07.00. Pencarian kali ini juga melibatkan tim penyelam.

Kepala Basarnas Semarang Agus Haryono menjelaskan, pencarian pagi ini, Tim Basarnas rencananya akan menerjunkan Tim Penyelam. “Kondisi kapal Mugi Berkah yang bertabrakan belum sepenuhnya tenggelam dan masih terlihat di permukaan laut sehingga upaya penyelaman akan dilakukan di sekitar lokasi kapal yang tenggelam terlebih dahulu,” ujar Agus dalam rilisnya, Kamis (24/9).

Untuk mendukung upaya pencarian pagi, Basarnas akan mengerahkan KN. SAR Sadewa, kapal milik KPLP dan Pol Air Polda Jawa Tengah, Lanal Semarang.

Agus mengatakan, koordinasi telah dilakukan Tim Basarnas dengan pihak KPLP, Pol Air Polda Jateng dan Lanal Semarang, serta Polres Kendal dalam upaya pencarian kecelakaan KM Mugi Berkah yang bertabrakan di perairan Kendal.

Kecelakaan laut, Rabu (23/9) petang, melibatkan KM Mugi Berkah berpenumpang 19 orang dengan Kapal Ekspres 1 yang menarik tongkang. Kapal nelayan tersebut hancur dan tenggelam setelah dihantam tongkang yang melaju tak terkendali.

Para nelayan tersebut sedang menarik jaring di 20 mil perairan Kendal. Kerasnya benturan membuat mereka terhempas ke laut lepas. Sembilan ABK berhasil menyelamatkan diri dan dua terluka. Sedangkan tiga nelayan tewas, serta lima orang dinyatakan hilang.

Ketiga korban tewas merupakan anak buah kapal motor Mugi Berkah. Mereka adalah Sinuwun (50), Solekhan (50) keduanya warga Pidodo Wetan dan Bonari (40) warga Korowelang Anyar. Jasad korban tewas sudah berhasil dievakuasi dan dibawa ke RS Soewondo Kendal.

Lima korban hilang tersebut, tiga di antaranya warga Pidodo Wetan, yakni Ratman, Supri, dan Sapawi. Sedangkan, dua lainnya, Mukhlisin dan Muh, warga Korowelang Kulon.

Kapal nelayan ini berangkat dari Pidodo Wetan pada Rabu pagi. Biasanya, kapal sudah merapat ke dermaga menjelang petang. Naas, rombongan nelayan itu mengalami kecelakaan dalam perjalanan pulang. (ade)

You might also like

Comments are closed.