Cari Solusi SMA 3, Ganjar Panggil Tim Investigasi dan Telepon Anis Baswedan‎

METROSEMARANG.COM – Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mengundang tim pencari fakta SMA 3 Semarang. Gubernur bermaksud mencari tahu fakta-fakta yang menyebabkan gagalnya siswa SMA 3 Semarang lolos SNMPTN.

Dua anggota tim hadir di Rumah Dinas Gubernur Jateng Puri Gedeh, Sabtu (14/5) pukul 11.00. Keduanya berdialog dengan gubernur di ruang tamu Puri Gedeh. Setelah mendengarkan hasil investigasi tim, Ganjar menelepon Menteri Pendidikan Anies Baswedan.

Ganjar Pranowo bertemu tim investigasi kasus SNMPTN SMA 3 di Puri Gedeh, Sabtu (14/5). Foto: metrosemarang.com/anton sudibyo
Ganjar Pranowo bertemu tim investigasi kasus SNMPTN SMA 3 di Puri Gedeh, Sabtu (14/5). Foto: metrosemarang.com/anton sudibyo

Kepada Anies, Ganjar meminta sistem SNMPTN dibuka bersama-sama. Dengan cara itu, kesalahan yang terjadi pada SNMPTN SMA 3 akan diketahui. Anis pun setuju dengan usul Ganjar.

“Kalau memang sistemnya ada kesalahan, akan ketahuan. Pak Anies ternyata sepemikiran sama saya,” kata Ganjar usai telepon.

Namun begitu masih memerlukan koordinasi dengan Menteri Riset dan Teknologi M Natsir. Dalam kesempatan itu Ganjar juga mencoba menelepon Natsir tapi tidak tersambung. Dari keterangan staf Kemenristek, M Natsir sedang berada di pesawat. Ganjar kemudian bermaksud menelepon Ketua Panitia SNMPTN Prof Rahmad Wahab yang juga Rektor Universitas Negeri Yogyakarta.

“Sedang saya minta cari nomor teleponnya Rektor UNY. Pak Natsir juga nanti saya telepon kalau sudah mendarat,” kata Ganjar.

Ganjar menyatakan, dirinya baru tahu persoalan SMA 3 setelah pulang dari Belanda. Ganjar berada di Rotterdam antara 8 Mei – 13 Mei untuk memaparkan keberhasilan Jateng menanggulangi bencana. Ketika tiba di Semarang, Ganjar mendapat curhatan dari siswa SMA 3 melalui akun twitternya. Sejumlah orang tua siswa juga mengadu pada Ganjar melalui SMS.

Menurut Ganjar, bagaimnapun kukuhnya panitia mmenyatakan sistem tidak bermasalah, publik harus tahu kebenarannya. Maka sistem itu harus dibedah bersama-sama sehingga masing-masing pihak tahu duduk persoalannya dengan benar.

“Laporan tim investigasi menemukan fakta bahwa SMA 3 sudah tanya perihal nilai mapel Kimia yang kosong ke panitia. Panitia melalui call center SNMPTN waktu itu mengatakan nilai kosong tidak apa-apa karena pada semester sebelumnya sudah diisi jadi akan terinput otomatis. Ternyata belakangan bermasalah, artinya ini ada miss,” papar Ganjar.

Kesalahan sistem ini semakin menguat karena tidak hanya SMA 3 Semarang yang bermasalah. SMA di Banyuwangi dan Lampung yang mengalami kegagalan SNMPTN serupa.

Namun bukan berarti pihak sekolah sepenuhnya lepas dari tanggung jawab. Sebab kisruh SNMPTN itu tidak akan terjadi jika pihak sekolah lebih cermat dan hati-hati dalam mengolah informasi serta aktif berkoordinasi dengan panitia SNMPTN.

Untuk menyelamatkan hak para siswa, Ganjar juga mengusulkan penambahan kuota SNMPTN. Penambahan kuota menjadi pilihan bijak agar tidak mengubah hasil kelolosan siswa SMA lain. Sebelum itu, Ganjar meminta ada seleksi ulang untuk SMA-SMA yang bermasalah.

“Seleksi ulang di SMA yang bermasalah saja, nilai diinput lagi. Coba yang kira-kira lolos berapa, misalkan ada 200 siswa. Ya sudah kita tambah kuota saja, masukkan mereka, tanpa mengubah kelolosan siswa lain yang sudah diumumkan sebelumnya,” kata Ganjar. (byo)

You might also like

Comments are closed.